
JEMBER, suarapaginew.com – Di tengah meriahnya Festival Egrang ke-XIV Tanoker Ledokombo, suasana keakraban terasa begitu menyentuh hati warga yang hadir. Sabtu, 8 Agustus 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait hadir dan menyapa warga dengan keramahan yang tulus tanpa sekat.
Berbeda dengan pembatasan yang kerap ditemui, Gus Fawait justru membuka lebar ruang bagi siapa saja untuk bertegur sapa, bersalaman, dan menyampaikan harapannya secara langsung. Ia tidak menutup diri di balik pagar pengamanan, melainkan hadir menjadi bagian dari kebahagiaan rakyatnya.
Senyum lebar terlihat menghiasi wajah warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak yang antusias menyambut kedatangannya. Seorang anak kecil tampak berani mendekat dan menyapa langsung, disambut tawa hangat dan uluran tangan Gus Fawait dengan penuh kelembutan.
Bagi Gus Fawait, kedekatan emosional dengan rakyat adalah fondasi utama dalam membangun Jember. Ia meyakini bahwa pemerintahan yang baik tumbuh dari kedekatan hati, bukan dari jarak yang dipisahkan oleh barikade atau pembatasan berlebihan.
Kehadiran yang hangat tanpa jarak ini membuat warga merasa dihargai dan diperhatikan. Suasana akrab itu seakan menyampaikan pesan bahwa pemimpin dan rakyat berdiri sejajar, saling melengkapi dalam kebersamaan yang tulus.
Warga pun tampak leluasa menyapa, mengabadikan momen, dan menyampaikan salam tanpa rasa canggung atau dibatasi sekat pembatas. Kebebasan bertegur sapa ini menjadi bukti nyata kedekatan Gus Fawait dengan masyarakat Jember.
Di balik kemeriahan festival yang melestarikan budaya tradisi, tersemat makna yang lebih dalam: keharmonisan dimulai dari kedekatan hati pemimpin dan rakyat. Sikap terbuka Gus Fawait menjadi teladan bahwa pelayanan dan kepedulian harus terasa nyata di tengah warga.
Semangat kebersamaan inilah yang terus dijaga, agar Jember tetap tumbuh sebagai daerah yang kaya budaya sekaligus kental dengan kasih sayang antarwarga dan pemimpinnya.
Kabiro: Win


