
JEMBER, suarapaginew.com – Festival Egrang ke-XIV Tanoker Ledokombo digelar meriah pada Sabtu, 8 Agustus 2026, berlangsung pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Kegiatan bertema “Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan Tradisi” ini berawal dari Balai Desa Sumberlesung hingga berakhir di Lapangan Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Ribuan warga diprediksi hadir memadati jalur kegiatan yang diikuti 20 rombongan peserta defile. Penanggung jawab kegiatan sekaligus Direktur Tanoker Ledokombo, Dra. Farha Abdul Kadir Assegaf, M.Si., memimpin pelaksanaan acara yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.
Kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.S., menambah kemegahan sekaligus nilai strategis festival kali ini. Turut hadir Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., serta Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Timur dan Kepala Konsulat Jenderal Australia Surabaya, Glen Askew.
Kehadiran pejabat negara, perwakilan luar negeri, dan pimpinan daerah menjadi pengakuan bahwa warisan budaya tradisional Jember layak dibanggakan hingga ke kancah nasional maupun internasional. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa permainan tradisional mampu menjembatani keragaman dalam semangat persaudaraan.
Jajaran Muspika Kecamatan Ledokombo, Kepala Desa se-kecamatan, tokoh pendidikan, pesantren, serta organisasi pemuda dan masyarakat turut memeriahkan suasana. Keterlibatan berbagai elemen ini mewujudkan tema yang diusung: membangun keharmonisan dan persatuan di tengah keberagaman komunitas.
Anak-anak, pemuda, hingga orang tua tampak antusias menyaksikan dan meramaikan perjalanan peserta yang berjalan di atas egrang. Semangat ini menggambarkan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan kekuatan yang menyatukan generasi masa kini.
Festival ini bukan sekadar pertunjukan ketangkasan, melainkan upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarwarga. Kehadiran lembaga pendidikan, komunitas sosial, dan organisasi kemasyarakatan memperkuat peran budaya sebagai perekat persatuan yang tulus.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga pusat serta partisipasi masyarakat luas membuktikan bahwa tradisi tetap hidup dan berharga. Harapannya, semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus terjaga demi kemajuan sekaligus kelestarian budaya di Kabupaten Jember.
Kabiro: Win


