Jembatan Merah Putih Presisi, Wujud Nyata Polres Kediri Pulihkan Akses Kediri-Jombang

SUARA PAGI
3 Min Read

Kediri, suarapaginew.com — Tasyakuran Jembatan Merah Putih Presisi digelar di Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Kamis (13/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peresmian Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, yang dilaksanakan secara daring. Di Karangtengah, agenda dikemas dalam tasyakuran karena jembatan telah dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jembatan ini menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang sekaligus mendukung aktivitas warga. Jalurnya menghubungkan Desa Karangtengah dengan Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Sebelumnya mengalami kerusakan parah, perbaikan jembatan diinisiasi Polres Kediri melalui program Jembatan Merah Putih Presisi dan dikerjakan bersama Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Forkopimcam Kandangan, pemerintah desa serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut membuat renovasi dapat diselesaikan dalam hitungan hari.

Bagi Polres Kediri, langkah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas warga.

Tasyakuran dihadiri Wakil Bupati Kediri Hj. Dewi Maria Ulfa, S.T., perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Kediri, unsur TNI, jajaran PJU Polres Kediri, Forkopimcam Kandangan, perangkat Desa Karangtengah serta warga sekitar.

Bagi masyarakat, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif Kediri-Jombang, tetapi juga menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan aktivitas sosial warga di dua wilayah.

Wakil Bupati Kediri mengapresiasi sinergi Polres Kediri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam menyelesaikan perbaikan jembatan. Menurut Beliau, keberadaan infrastruktur tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan manfaat jembatan harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya warga Karangtengah.

“Ini bukan hanya soal fisik jembatan, tetapi juga menjadi penghubung harapan, penghubung perekonomian dan simbol kemajuan aksesibilitas yang ada di Desa Karangtengah. Harapannya bisa dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana yang mendukung kemajuan desa,” ungkap AKBP Latif.

Kapolres juga mengajak masyarakat ikut menjaga kondisi jembatan dengan tidak melakukan vandalisme, merusak bagian jembatan maupun menggunakan fasilitas di luar peruntukannya.

“Mari kita jaga dan rawat bersama. Jangan dicoret atau dirusak, karena jembatan ini dibangun untuk masyarakat dan manfaatnya harus bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesan AKBP Latif.

Dengan kembali tersambungnya akses Karangtengah-Rejoagung, jembatan tersebut diharapkan ikut menggerakkan aktivitas masyarakat di dua wilayah. Dari mobilitas warga, arus perdagangan hingga akses terhadap layanan dasar, jalur alternatif ini kembali mengambil peran penting dalam keseharian masyarakat Kediri dan Jombang.

 

(Win)

Share This Article
Tidak ada komentar