JEMBER, Suarapaginews.com — Anggapan bahwa Pasar Tanjung sepi dan sepi kehidupan perlahan terpatahkan. Hasil verifikasi dan validasi (Verval) data per 28 Agustus 2026 membuktikan bahwa jantung perekonomian warga Jember ini tetap berdenyut kuat, meski sejumlah masalah krusial mulai terlihat jelas dan butuh perbaikan segera, Jum’at (18/9/2026)
Berdasarkan Formulir Verval Pedagang Pasar Tanjung, tercatat total 2.114 unit lapak pedagang dengan rincian sebagai berikut:
✅ 1.932 unit — 90,16% berstatus AKTIF
⚪ 178 unit dinyatakan tidak aktif
⚪ 4 unit dalam kondisi kosong/tidak ditempati
Angka ini sekaligus membantah narasi yang beredar bahwa Pasar Tanjung telah kehilangan para pedagangnya. Faktanya, lebih dari sembilan dari sepuluh lapak masih dihuni dan digerakkan oleh para pelaku usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
TEMUAN PENTING DI BALIK ANGKA
Namun data juga menyisakan catatan yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Ada empat hal utama yang menjadi temuan sekaligus tantangan agar Pasar Tanjung kembali berfungsi secara maksimal:
Sebaran zonasi dagang belum tertata rapi jenis barang yang dijual belum terkelompokkan secara beraturan, sehingga pembeli kesulitan mencari kebutuhan tertentu dan suasana pasar terasa kurang terstruktur.
Alih fungsi unit lapak — Sebagian tempat usaha yang seharusnya untuk jual beli berubah fungsi menjadi gudang, tempat tinggal, atau keperluan lain yang tidak sesuai peruntukannya.
Kepemilikan lebih dari satu lapak — Teridentifikasi adanya pihak yang menguasai lebih dari satu unit tempat usaha, yang berpotensi menghambat pemerataan kesempatan bagi pedagang lain yang membutuhkan tempat berjualan.
Titik lemah yang perlu ditata kembali — Ada bagian-bagian tertentu di dalam pasar yang aktivitasnya perlu digairahkan kembali agar seluruh area pasar hidup dan dikunjungi secara merata.
BUKAN SEKADAR BANGUNAN, TAPI NYAWA RIBUAN WARGA
“Pasar Tanjung bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang aktivitas ekonomi dan kehidupan ribuan pedagang di dalamnya,” demikian poin penting yang disampaikan dalam rilis data tersebut.
Pernyataan ini menegaskan bahwa revitalisasi yang tengah diupayakan tidak sekadar mempercantik fisik bangunan berusia puluhan tahun, melainkan menyelamatkan mata pencaharian para pedagang yang menggantungkan hidupnya di sana.
Kini, data telah terbuka dan menjadi dasar yang kuat. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti temuan-temuan tersebut dengan penataan yang adil, transparan, dan menyentuh langsung kepentingan para pedagang kecil.
Publik pun diajak berpartisipasi: Apa yang menurut masyarakat perlu dibenahi agar Pasar Tanjung semakin ramai, nyaman, dan menguntungkan semua pihak? Masukan dari warga akan menjadi bekal berharga agar langkah perbaikan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Pasar Tanjung milik seluruh warga Jember — mari pulihkan, tata kembali, dan jaga agar tetap menjadi kebanggaan bersama.


