JEMBER, Suarapaginews.com – Balai Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Jember pada Jumat (30/10/2026) pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 orang ini menjadi wadah dialog langsung antara jajaran Polres Jember bersama unsur Muspika, perangkat desa, RT/RW, mahasiswa KKN dan masyarakat untuk menampung aspirasi serta mencari solusi persoalan kamtibmas di wilayah tersebut.
Kegiatan Jumat Curhat ini dipimpin oleh Kompol Subagiyo, S.H., Kabagren Polres Jember yang mewakili Kapolres Jember AKBP Allaiddin, S.H., S.I.K., M.H,.
Hadir pula IPTU Iswanto, S.H. (Kapolsek Pakusari), IPTU Romli, S.H. (KBO Samapta), IPDA Frederico, S.H. (Kaurmintu Lantas Polres Jember), Hary Sumarsono, S.H. (Sekcam Pakusari mewakili Camat), Misjo (Kades Pakusari), Sertu Syafiudin (Bhabinsa mewakili Danposramil), Markus (Ketua BPD Pakusari), Aiptu Laksminingsih Nuri, S.H. (Kaurmintu Reskrim Polres Jember), anggota Polres dan Polsek Pakusari, perangkat desa, ketua RT/RW serta mahasiswa KKN.
Rangkaian acara berjalan tertib mulai dari pembukaan, sambutan Kades Pakusari dan Kompol Subagiyo, sesi tanya‑jawab curhat kamtibmas, hingga doa dan penutupan.
Dalam sesi curhat, warga menyampaikan sejumlah keluhan nyata yang dirasakan sehari‑hari. Pertama, kelangkaan BBM akibat pembelian oleh tengkulak menggunakan sepeda motor sehingga masyarakat yang benar‑benar membutuhkan kesulitan mendapatkannya. Keluhan ini langsung direspon oleh Kompol Subagiyo beserta tim Polres Jember.
Kedua, warga juga menanyakan tata cara lapor jual beli kendaraan bermotor, laka lantas serta pelaksanaan Operasi Patuh Semeru yang dijawab secara detail oleh IPDA Frederico, S.H., Kaurmintu Lantas Polres Jember.
Selain itu, warga mengeluhkan muatan tebu berlebih yang menyebabkan kemacetan dan berpotensi menimbulkan laka lantas. Warga meminta agar hal ini disampaikan kepada pengusaha tebu serta ditindaklanjuti kepolisian.
Ada pula keluhan pohon rimbun di pinggir jalan yang menghambat pandangan dan berisiko menyebabkan kecelakaan, serta truk pengangkut pasir yang tidak ditutupi terpal sehingga mengganggu pengguna jalan dan berbahaya bagi keselamatan lalu‑lintas.
Seluruh curhatan dan pertanyaan warga mendapatkan tanggapan langsung dari tim Polres Jember. Kegiatan Jumat Curhat ini menjadi bukti nyata pendekatan humanis Polri yang mendengar langsung suara masyarakat sebelum masalah semakin membesar.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan. Polres Jember melalui Jumat Curhat berkomitmen untuk terus menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga Harkamtibmas di Kabupaten Jember. (Win)


