JEMBER, Suarapaginews.com — Malam Senin (5/10/2026) menjadi saksi kebanggaan dan kebersamaan warga Jember. Dua titik lokasi nonton bareng (nobar) Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand dipenuhi lautan manusia: Alun-alun Jember Nusantara yang terbentang luas, serta Pendopo Wahyawibawagraha tempat Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., hadir langsung bersama OPD.
Di Alun-alun Jember Nusantara: Lautan Manusia, Satu Teriakan
Sejak sore, warga sudah mulai berdatangan ke Alun-alun Jember Nusantara. Ribuan orang duduk beralas tikar maupun rumput hijau, keluarga muda, anak-anak, hingga lansia semua berkumpul menatap layar raksasa yang terpasang di tengah lapangan. Suasana begitu hangat, riuh, dan penuh semangat.
Ketika laga dimulai, alun-alun bergemuruh. Setiap kali Timnas Indonesia menguasai bola, ratusan suara serentak bersorak. Tiap kali ada peluang gol, napas serentak tertahan, lalu meledaklah tepuk tangan atau keluhan penyesalan yang saling bersahutan.
“Saya datang bersama istri dan kedua anak sejak pukul 18.00. Alun-alun sudah penuh sekali. Ini pemandangan yang indah warga Jember bersatu hati mendukung bangsa,” ujar Andi, warga Kecamatan Patrang yang duduk bersama keluarganya.
Suara terompet, yel-yel dukungan, dan nyanyian kebangsaan tak putus sepanjang malam. Tak ada perbedaan status, semua berdiri sejajar: kaya dan sederhana, muda dan tua, semua sama-sama memegang bendera kecil berwarna merah-putih.
Di Pendopo Wahyawibawagraha: Gus Fawait di Tengah Warga
Sementara itu, di Pendopo Wahyawibawagraha, suasana tak kalah memanas. Ribuan warga dari berbagai penjuru kecamatan sengaja datang berbondong-bondong ada yang dari Ambulu, Tanggul, Jelbuk, hingga Kencong tak peles menempuh perjalanan jauh demi merasakan kebersamaan mendukung Skuad Garuda.
Salah seorang warga, Rudi dari Ambulu, mengaku tak ingin melewatkan momen bersejarah ini:
“Atmosfer nobar di pendopo sangat luar biasa, ramai dan seru sekali. Kami semua berdoa agar Skuad Garuda mampu membawa pulang piala kemenangan malam ini,” ucapnya di sela jeda babak pertama.
Hal senada disampaikan Hasan dari Tanggul:
“Momen final seperti ini sangat jarang terjadi. Rasanya jauh lebih puas dan menegangkan bisa bersorak mendukung Timnas bersama ribuan warga lainnya di sini,” tuturnya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir langsung di tengah warga, tak terpisah oleh sekat. Beliau ikut berdiri, bersorak, hingga menahan napas saat pertandingan berlangsung sengit.
“Saya benar-benar deg-degan melihat sengitnya pertandingan ini. Jual beli serangan dari kedua tim membuat jantung serasa mau copot sepanjang laga,” ungkap Gus Fawait disambut tawa dan tepuk tangan warga.
Meski tegang, Gus Fawait memuji semangat para pemain:
“Hingga babak pertama saya lihat Timnas Indonesia cukup mendominasi. Kita doakan semoga Timnas juara!” ucapnya dengan penuh harap.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Gus Fawait menegaskan, digelarnya nobar di dua lokasi sekaligus bukan tanpa maksud.
“Kami gelar di dua tempat agar warga di mana pun tinggalnya, bisa ikut merasakan kebersamaan ini. Baik di Alun-alun maupun di Pendopo, tujuannya satu: mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat nasionalisme,” ujarnya.
“Jember Baru, Jember Maju! Kebersamaan kita malam ini lebih berharga daripada sekadar skor pertandingan,” pungkas Gus Fawait.
Malam itu, Alun-alun Jember Nusantara dan Pendopo Wahyawibawagraha menjadi bukti nyata: ketika Indonesia berjuang, Jember bersatu di mana pun, kapan pun, satu hati mendukung Merah Putih.
SPN: Win


