SALATIGA – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPPD) Samsat Salatiga melalui inovasi PAKDE QRIS dan SAMSAT Peduli. Kedua program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pendapatan daerah yang lebih transparan, akuntabel, efisien, sekaligus menghadirkan pelayanan yang ramah dan humanis bagi masyarakat, 30/10/2026.
Inovasi PAKDE QRIS difokuskan pada modernisasi pembayaran retribusi parkir melalui sistem nontunai, sedangkan SAMSAT Peduli hadir untuk memberikan kemudahan ekstra bagi wajib pajak lanjut usia (lansia istimewa), khususnya dalam pengurusan perpanjangan STNK dan pembayaran pajak kendaraan bermotor lima tahunan atau penggantian pelat nomor.
Melalui kedua inovasi tersebut, UPPD Samsat Salatiga berupaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang semakin cepat, mudah, aman, dan transparan, sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Salatiga sesuai kewenangan masing-masing.
PAKDE QRIS, Dorong Pembayaran Parkir yang Transparan dan Akuntabel
Inovasi PAKDE QRIS dirancang untuk mendorong transformasi pembayaran retribusi parkir dari sistem tunai menuju transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), khususnya di area parkir Samsat Salatiga.
Penerapan sistem pembayaran nontunai ini diharapkan mampu membangun kebiasaan transaksi digital di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan retribusi parkir.
Tidak hanya menawarkan kemudahan transaksi, PAKDE QRIS juga diarahkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pendapatan daerah. Melalui pencatatan transaksi digital, data penerimaan dan rekapitulasi pelaporan diharapkan dapat dipantau secara real time, sehingga proses pengawasan dan evaluasi menjadi lebih terukur.
Dengan mekanisme tersebut, pengelolaan retribusi parkir diharapkan semakin tertib, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempersempit potensi penyimpangan dalam proses pemungutan.
Dalam pelaksanaannya, sistem ini juga memerlukan sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan petugas, serta pengawasan berkala agar transaksi berjalan sesuai ketentuan dan seluruh penerimaan tercatat secara benar.
SAMSAT Peduli, Pelayanan Khusus bagi Lansia Istimewa
Selain melakukan digitalisasi pembayaran parkir, UPPD Samsat Salatiga menghadirkan SAMSAT Peduli dengan semangat Pelayanan Cepat, Duduk Nyaman, Lansia Istimewa.
Inovasi ini didedikasikan untuk memberikan kemudahan ekstra kepada wajib pajak lanjut usia dalam mengurus administrasi kendaraan bermotor, terutama perpanjangan STNK dan pembayaran pajak lima tahunan atau penggantian pelat nomor.
Melalui dukungan petugas dan Duta Pelayanan, program ini menargetkan penyelesaian pelayanan dalam waktu 15 menit sesuai alur, kelengkapan persyaratan, dan ketentuan administrasi yang berlaku.
Konsep pelayanan tersebut tidak semata-mata mengejar kecepatan. Lebih dari itu, SAMSAT Peduli menempatkan kenyamanan, penghormatan, serta kebutuhan lansia sebagai bagian penting dari kualitas pelayanan publik.
Pendekatan yang ramah dan humanis diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus ketika berhadapan dengan prosedur administrasi.
Kehadiran inovasi ini juga menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang inklusif, sehingga kelompok rentan memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses layanan pemerintah.
Hadirkan Kolaborasi Lintas Instansi
Pengembangan inovasi PAKDE QRIS dan SAMSAT Peduli melibatkan unsur lintas instansi dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pelayanan serta pengelolaan pendapatan daerah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Tim Pembina Samsat Salatiga, perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bagian Asuransi PT Jasa Raharja, Suryo Setyantoro Putro, S.H., M.AP., Kepala Cabang Bank Jateng, perwakilan BPKAD Kota Salatiga, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari LBI Pelatihan Komunikasi Publik dan Pelayanan Prima, Asih Yustica, S.E., S.E., AT, CHt, CI, yang memberikan materi terkait komunikasi publik dan pelayanan prima.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong sinergi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan prima. Petugas dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas, bersikap ramah, memahami kebutuhan masyarakat, serta memberikan arahan yang mudah dipahami.
Dengan demikian, inovasi pelayanan tidak hanya bertumpu pada sistem dan prosedur, tetapi juga pada kesiapan petugas dalam memberikan pengalaman pelayanan yang profesional.
Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Masyarakat
Implementasi PAKDE QRIS dan SAMSAT Peduli diharapkan menjadi bagian dari perubahan tata kelola pelayanan publik di Samsat Salatiga menuju sistem yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
PAKDE QRIS diarahkan untuk memperkuat pencatatan serta transparansi retribusi parkir melalui transaksi digital. Sementara itu, SAMSAT Peduli diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan memberikan kemudahan bagi lansia dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
Kedua inovasi tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan kinerja pelayanan Samsat Salatiga sekaligus berkontribusi terhadap optimalisasi pendapatan daerah sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari peluncuran inovasi maupun target waktu pelayanan. Konsistensi pelaksanaan, ketepatan pencatatan transaksi, kepatuhan terhadap prosedur, evaluasi berkala, serta kepuasan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan.
Ke depan, inovasi tersebut diharapkan terus dikembangkan agar mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat digitalisasi dan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan, UPPD Samsat Salatiga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung pembangunan daerah melalui tata kelola pendapatan yang semakin baik.
PAKDE QRIS untuk transparansi transaksi, SAMSAT Peduli untuk pelayanan yang lebih manusiawi. Keduanya menjadi langkah menuju pelayanan publik yang modern, inklusif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pewarta : AM


