Keberhasilan Jember! Di Bawah Gus Fawait, Jember Catat Penurunan Kemiskinan Terbesar Se‑Jawa Timur

SUARA PAGI
4 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com – Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait membawa agenda besar pengentasan kemiskinan Kabupaten Jember ke tingkat nasional melalui audiensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia pada Kamis (29/10).

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPS RI beserta jajaran deputi dan direktur untuk membahas validasi data masyarakat miskin sekaligus menyusun strategi percepatan penurunan angka kemiskinan di Jember.

Gus Fawait mengungkapkan bahwa Pemkab Jember telah melaksanakan verifikasi dan validasi (verval) data masyarakat pada desil 1 dan desil 2 yang hasilnya telah disampaikan kepada BPS RI. Ke depannya Pemkab Jember berencana memperluas verval hingga desil 3 dan desil 4.

Proses validasi ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa KKN hingga relawan untuk memastikan data kemiskinan Jember benar‑benar valid dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Tujuannya memastikan data kemiskinan di Jember betul‑betul valid. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meramu dan merancang kebijakan pengentasan kemiskinan,” ujar Gus Fawait.

Beliau menjelaskan bahwa kondisi sosial‑ekonomi masyarakat terus berubah; ada yang meningkat kesejahteraannya namun ada pula yang mengalami penurunan. Oleh karena itu Pemkab Jember berencana membangun aplikasi yang terintegrasi dengan BPS RI guna pemutakhiran data kependudukan dan kesejahteraan masyarakat secara berkala, khususnya desil 1 hingga desil 4.

Dalam audiensi tersebut, Kepala BPS RI memberikan apresiasi atas keterlibatan Pemkab Jember dalam mengawal dan memvalidasi data. Gus Fawait juga menyampaikan fenomena penting: pertumbuhan ekonomi Jember yang tinggi berjalan beriringan dengan upaya penurunan angka kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi Jember pada kuartal I dan II semester pertama 2026 tercatat melampaui pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Gus Fawait menyebutkan pencapaian monumental: dahulu Jember selama sepuluh tahun selalu berada di urutan kedua terbesar jumlah penduduk miskin secara absolut di Jawa Timur, namun kini berhasil dilewati. Jember mencatat penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di Jawa Timur dengan sekitar 15 ribu lebih penduduk keluar dari garis kemiskinan.

“Selama 10 tahun, Jember selalu berada di urutan kedua terbanyak secara absolut di Jawa Timur. Hari ini kita sudah keluar dari dua besar. Penurunan angka kemiskinan kita juga menjadi yang terbesar se‑Jawa Timur,” ungkap Gus Fawait.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kerja sendirian, melainkan hasil kolaborasi jajaran Pemkab Jember, seluruh elemen masyarakat, serta sinergi APBD Kabupaten Jember dan APBN dari pemerintah pusat. Berbagai program pusat seperti ketahanan pangan, revitalisasi sekolah, pendidikan dan sektor prioritas lain terus mengalir ke Jember meskipun Pemkab telah melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp350‑Rp400 miliar.

Ke depan, Pemkab Jember tetap fokus pada target penurunan kemiskinan hingga tahun 2030 dan akan memperluas perhatian pada indikator pembangunan lain seperti pengangguran serta ketimpangan sosial. Gus Fawait berharap BPS RI terus berkolaborasi bukan hanya dalam validasi data, tetapi juga kajian untuk mengukur dampak kebijakan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan cita‑cita besar Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dengan data yang akurat, sinergi pusat‑daerah yang kuat serta kerja keras seluruh elemen, Jember terus melangkah menuju Jember Baru dan Jember Maju. (Win)

 

Share This Article
Tidak ada komentar