JEMBER, Suarapaginews.com — Menjelang pagi yang hangat di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, suasana Warkop di Jalan Wijaya Kusuma terasa berbeda. Bukan hanya aroma kopi yang tercium, tetapi kehangatan pertemuan antara pimpinan tertinggi kepolisian Jember dengan para pengemudi ojek online (OJOL) yang sehari-hari berjuang di jalan raya.
Rabu, 28 Oktober 2026, Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., sengaja meluangkan waktu untuk duduk santai, ngopi bersama puluhan perwakilan komunitas ojek online di warkop pinggir jalan. Kegiatan sederhana namun bermakna besar ini menjadi bukti nyata bahwa tidak boleh ada sekat antara polisi dan masyarakat.
Hadir mendampingi Kapolres dalam pertemuan santai ini antara lain Kabagops, Kapolsek Patrang selaku pemangku wilayah, serta jajaran Kasat di lingkungan Polres Jember meliputi Kasat Lantas, Kasat KRI, Kasat Binmas, dan Kasat Samapta.
Lebih dari Sekadar Ngopi — Ini Tentang Mendengar Langsung
Kegiatan “Ngopi Bareng Ojol” yang digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini bukan sekadar seremonial biasa. Ini adalah agenda strategis untuk membangun sinergitas yang lebih kuat antara kepolisian dengan kaum muda yang bergerak di lapangan.
“Saya ke sini bukan untuk memberi instruksi, tetapi untuk mendengar. Apa yang dirasakan di lapangan, apa kendala kalian, apa yang bisa Polres Jember bantu perbaiki sampaikan saja secara terbuka,” ujar AKBP Alaiddin membuka percakapan.
Para pengemudi ojol pun dengan antusias menyampaikan keluhan, masukan, dan harapan mereka mulai dari masalah keamanan saat menunggu penumpang, kelancaran arus lalu lintas, hingga harapan akan keberadaan pos keamanan di titik-titik rawan. Semua dicatat, didengarkan dengan seksama, dan dibahas bersama solusinya di tempat.
Mengajak Ojol Menjadi Mata dan Telinga Kamtibmas
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak rekan-rekan ojek online untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mengingat mobilitas mereka yang tinggi, keberadaan mereka di berbagai sudut kota setiap hari membuat mereka menjadi mata dan telinga yang sangat berharga bagi keamanan wilayah.
“Kalian adalah bagian dari pemuda kota ini. Kalian yang setiap hari berkelana dari pagi hingga malam. Jika kita bersinergi, informasi cepat sampai, potensi gangguan cepat teratasi. Mari bersama kita jaga Jember, bukan karena ada yang menyuruh, tapi karena ini rumah kita bersama,” ajak Kapolres disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta.
Kegiatan berjalan santai, terbuka, dan penuh keakraban. Tidak ada jarak antara pimpinan kepolisian dan masyarakat. Justru di atas bangku kayu warkop, terjalin komitmen bersama: Polisi hadir mendengar, masyarakat berani menyampaikan, dan kita bersama menjaga keamanan serta ketertiban kota tercinta ini.
(Win)


