Gus Fawait: Dihina Tak Masalah, Yang Penting Rakyat Terlayani

SUARA PAGI
2 Min Read
Oplus_131072

JEMBER, Suarapaginews.com — Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyikapi dengan lapang dada segala kritikan, hinaan, hingga cercaan yang ditujukan kepadanya. Baginya, yang terpenting bukan pujian, melainkan apakah warga yang membutuhkan benar-benar terlayani, Senin (14/9/2026)

Dihina, dicela, bahkan dicaci maki, jelas tidak masalah bagi saya. Yang penting, saya sudah berusaha memastikan warga yang kurang mampu mendapatkan dokter pribadinya sendiri, mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus merasa sendirian ketika sedang membutuhkan,” ujar Gus Fawait dalam sebuah unggahan yang menyentuh dan menginspirasi banyak pihak.

Pernyataan ini merujuk pada program unggulan Home Care Jember yang kini menjadi kebanggaan sekaligus pelopor pelayanan kesehatan berbasis rumah di tingkat kabupaten. Program ini tidak berjalan sendiri, melainkan didukung penuh oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga tenaga kesehatan di puskesmas yang turun langsung ke tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, semangat ini juga terus didukung oleh seluruh jajaran OPD, camat, lurah, hingga puskesmas. Mereka turun langsung, melihat, mendengar, dan memastikan pelayanan ini benar-benar berjalan,” tambahnya.

Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar membuat laporan di balik meja, melainkan turun langsung ke lapangan untuk memahami realitas yang tak cukup hanya dilihat dari angka-angka data.

“Bukan semata-mata untuk membuat laporan kepada Bupati. Tetapi karena ketika kita turun langsung ke lapangan, kita bisa membuka mata terhadap begitu banyak hal yang tidak akan pernah terlihat dari balik meja. Ada persoalan yang tidak bisa dirumuskan hanya dari data, dan ada masalah yang baru bisa kita pahami ketika kita hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pesannya, Gus Fawait menegaskan satu prinsip yang menjadi kompas pemerintahannya: “Jember bukan tentang pemimpinnya. Jember adalah tentang rakyatnya. Dan selama masih ada warga yang membutuhkan, kita akan terus berjuang.”

Pesan yang ditutup dengan kalimat penuh makna “Semua karena cinta, Ojo lali moco sholawat” ini pun langsung mendapat respons positif dari masyarakat, yang melihat ketulusan dan keteguhan hati pemimpinnya dalam mengabdi tanpa pamrih.

SPN: Win

Share This Article
Tidak ada komentar