JEMBER, Suarapaginews.com — Kamis, 22 Oktober 2026
Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober bukan sekadar seremonial semata. Hari Santri adalah anugerah sekaligus pengakuan resmi dari negara kepada kaum santri, kepada para ulama, dan kepada para kyai atas peran besar mereka dalam menjaga kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Namun, pertanyaan mendasar kemudian muncul: Apa bukti nyata rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW di momentum ini?
Cinta Kepada Rasulullah = Meneladani & Menuntut Ilmu
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyampaikan renungan yang mendalam di hadapan jamaah dan masyarakat:
“Saudara-saudara, kalau kita mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, buktinya bukan sekadar ucapan. Bukti cinta kita adalah meniru, menjalankan, dan mengikuti apa yang beliau perintahkan. Dan satu hal yang sangat beliau senangi — yang juga banyak dianjurkan dalam Al-Qur’an maupun hadis — adalah menuntut ilmu.”
“Maka mondok, bersekolah, belajar, menuntut ilmu — inilah inti dari momentum Hari Santri ini. Kalau kita ingin membuktikan cinta kepada Rasulullah, caranya satu: carilah ilmu setinggi-tingginya.”
Ilmu: Kunci Mengubah Nasib
Gus Fawait menegaskan bahwa ilmu adalah jalan utama dan paling efektif untuk mengubah nasib seseorang dan bangsa:
“Orang bilang: Fakam abdin yakumu maqomah hurin wa kam hurin yakumu maqomah abdin. Anak orang kaya, anak raja, anak pejabat — tidak akan berarti apa-apa jika tidak punya ilmu. Sebaliknya, anak orang biasa, anak petani, anak yang lahir dari keluarga sederhana — bisa menjadi kepala desa, camat, bupati, bahkan orang yang dimuliakan Allah — asalkan dia memiliki ilmu.”
“Syaratnya hanya satu: mampu, nyai ilmu — punya ilmu. Tidak ada batasnya, tidak pandang latar belakang. Ilmu yang akan mengangkat derajat seseorang.“
Doa & Harapan untuk Anak-Anak
Di akhir penyampaiannya, Gus Fawait mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk memahami betapa besar nikmatnya ketika anak-anak bersungguh-sungguh menuntut ilmu:
“Ketika anak kita semangat mencari ilmu, itu berarti Allah sedang memberikan kesempatan — kesempatan untuk dimuliakan-Nya. Maka, mari kita dukung, kita doakan, dan kita fasilitasi anak-anak kita untuk belajar sebaik-baiknya.”
“Semoga Allah memberkati setiap langkah anak-anak kita yang menuntut ilmu. Semoga ilmu yang mereka pelajari menjadi cahaya yang menerangi jalan mereka, keluarga, dan negeri ini.”
Kabiro: Win


