JEMBER, Suarapaginews.com — Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan tak mengenal waktu. Sabtu malam, 10 Oktober 2026, Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), justru mendatangi langsung kediaman Amze Suminah (71), warga Kecamatan Sumberbaru yang menderita ulkus pedis kronis.
Beliau hadir bukan sekadar menjenguk, melainkan memastikan secara langsung bahwa penanganan medis yang diberikan sudah berjalan optimal bagi sang nenek.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung memanggil dan menginstruksikan jajaran pemangku kepentingan untuk turun tangan secara langsung ke lapangan.
Hadir dan dikoordinasikan langsung: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, beserta jajaran puskesmas setempat.
Dari penjelasan di lokasi, terungkap bahwa pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Home Care sebanyak tiga kali dari petugas puskesmas. Namun, kondisi luka kronis yang diderita belum menunjukkan perbaikan yang diharapkan.
“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Home Care sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” jelas Gus Fawait.
Namun, ada kendala yang sempat menghambat penanganan lebih lanjut pihak keluarga pada awalnya belum bersedia pasien dirujuk ke rumah sakit. Menghadapi situasi tersebut, tim medis tidak memaksakan kehendak, melainkan tetap memberikan perawatan di rumah sambil terus berkomunikasi dengan keluarga.
Melalui pendekatan yang humanis dan koordinasi lintas sektor yang intensif melibatkan Kepala Dinas Kesehatan dan tim medis dengan penjelasan prosedur yang komprehensif akhirnya keluarga memahami pentingnya penanganan yang lebih lengkap.
“Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi,” ujar Gus Fawait.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, pasien resmi dirujuk dan telah berada di RSD dr. Soebandi untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif dan menyeluruh.
Kisah ini membuktikan bahwa di Jember, tidak ada warga yang dianggap “terlalu jauh” atau “terlalu sulit” untuk dibantu. Jika satu pendekatan belum berhasil, dicari cara lain sampai solusi terbaik ditemukan. (Win)


