JEMBER, Suarapaginews.com — Kamis, 22 Oktober 2026
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung di tengah masyarakat, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
Turut hadir mendampingi kegiatan ini, Achmad Fadil Muzakki Syah, S.Pd.I. (Lora Fadil), Camat Sukorambi, Camat Patrang, Camat Tanggul, Camat Panti, Kapolsek Sukorambi, Babinsa Sukorambi, Kepala Desa Klungkung Abdul Gafur, serta para tokoh ulama Desa Klungkung.
Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergitas antar-unsur dalam membangun Jember, khususnya di momentum istimewa Hari Santri Nasional.
Pada kesempatan penuh berkah tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember dengan tulus dan sederhana.
Home Care & Layanan Kesehatan Gratis
Kita akan datang langsung ke rumah warga — ada program Home Care. Kalau ada yang sakit di rumah, tim kesehatan kita yang akan mendatanginya. Dan jika dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah seperti Balung, Kalisat, maupun Subandi — semuanya gratis. Biayanya gratis dan berkelanjutan.
“Kenapa bisa begitu? Karena bupatinya santri. Mudah-mudahan ini adalah bentuk pengabdian seorang santri kepada Indonesia dan khususnya kepada masyarakat Jember.”
Guru Ngaji & Pengajian: Diperhatikan, Dihargai, Diberi Seragam
Alhamdulillah, insentif untuk guru ngaji sudah berjalan lancar. Tak lama lagi, ketua-ketua pengajian juga akan kita berikan insentif. Dan seragam untuk kelompok pengajian sebentar lagi insya Allah akan kita distribusikan semuanya.
Kenapa kita berikan seragam? Karena saya yakin — ketika para ibu-ibu senang berkumpul di pengajian dan selalu ingat kepada Rasulullah SAW, insya Allah anak-anak mereka akan tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah.
11.000 Beasiswa: Anak Tukang Becak pun Bisa Kuliah
Ada 11.000 beasiswa yang akan kita berikan untuk anak-anak Jember — anak-anak Sukorambi, anak-anak dari seluruh desa di Jember — untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Bapaknya tukang becak? Tidak masalah. Anaknya mau kuliah? Insya Allah akan dimuliakan oleh Allah. Tidak peduli latar belakang apa pun, kalau anakmu ingin menuntut ilmu, Pemerintah Kabupaten Jember siap mendampingi.”
“Silakan titipkan putra-putrinya kepada kami. Karena saya yakin — tidak ada jalan yang lebih utama untuk mengubah nasib selain dengan ilmu.”
Penutup: Mohon Maaf & Terus Berjuang
“Saudara-saudara, di momentum Hari Santri Nasional ini, itu yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam memimpin Kabupaten Jember masih banyak kekurangan, namun insya Allah, kita akan terus berjuang.
Mudah-mudahan lima tahun ke depan Jember menjadi lebih baik lagi. Kecamatan Sukorambi lebih baik, Desa Klungkung lebih baik, seluruh Jember insya Allah semakin maju dan sejahtera.”
“Terima kasih kepada para kyai, para ulama, dan seluruh hadirin. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah kita semua. Amin Allahumma Aamiin.
(Win)


