Gus Fawait Bawa Program Unggulan Jember ke Kementerian, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Tekan Kemiskinan

SUARA PAGI
4 Min Read
Bupati Jember, Gus Fawait saat bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT Yandri Susanto di Jakarta) Jum’ at (21/8/2026)

JEMBER, Suarapaginew.com – Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada Jumat (21/8). Dalam rangkaian pertemuan tersebut, ia menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, serta jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan pemerintah pusat.

Berbeda dengan pendekatan yang sekadar mengajukan usulan, Gus Fawait hadir dengan data dan capaian nyata. Ia memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan di Jember, lengkap dengan sistem pendukung, mekanisme pelaksanaan, hingga data penerima manfaat. Tujuannya sederhana namun substansial: menunjukkan apa yang sudah dikerjakan, lalu mencari titik temu untuk menyinergikannya dengan kebijakan pusat.

“Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” ungkap Gus Fawait.

Dua program utama yang menjadi fokus paparan adalah Bunga Desaku dan Home Care. Bunga Desaku, yang berarti “Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan”, berfungsi sebagai sarana sosialisasi program, penyerapan aspirasi, sekaligus strategi pengendalian inflasi. Sementara itu, program Home Care membawa pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga, khususnya masyarakat miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan.

Paparan berbasis data tersebut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Kemendes PDT. Inovasi yang dikembangkan di Jember dinilai memiliki pendekatan konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, bahkan berpotensi menjadi referensi bagi kabupaten lain di Indonesia.

Apresiasi serupa diterima saat Gus Fawait mengunjungi Kementerian PKP. Sinergi antara Pemkab Jember dan kementerian ini sebenarnya telah terjalin lebih awal, di mana jajaran kementerian turut hadir dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Jember. Pemkab Jember pun bergerak cepat memenuhi seluruh tahapan dan tenggat waktu program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Jember bukan hanya siap mengusulkan, tetapi juga siap dari sisi data, sistem dan pelaksanaannya. Ketika pemerintah pusat memberikan peluang, daerah juga harus bergerak cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegas Gus Fawait.

Langkah ini sejalan dengan agenda utama Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026, dan angka kemiskinan nasional turun ke kisaran 4,5–5 persen pada 2029. Gus Fawait menegaskan Jember ingin mengambil bagian secara aktif menerjemahkan agenda besar tersebut menjadi kerja nyata hingga ke desa-desa.

“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” jelasnya.

Melalui sinergi yang erat dengan pemerintah pusat, berbagai program daerah dapat diperkuat dukungan kebijakan dan anggaran nasional. Dampaknya diharapkan semakin besar, mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jember secara signifikan.

“Semakin banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan kebutuhan masyarakat Jember, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan,” pungkas Gus Fawait.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar