JEMBER, Suarapaginews.com – Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait memaparkan secara terbuka strategi besar Pemkab Jember untuk mengentaskan kemiskinan yang masih menyentuh sekitar dua ratus ribu warga Kabupaten Jember. Menurut Gus Fawait, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan hanya dari satu sisi saja, melainkan harus melalui penyeimbangan pertumbuhan ekonomi secara utuh, Minggu 1 November 2026.
Dalam paparannya, Gus Fawait menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jember pertama‑tama harus didorong melalui optimalisasi government expenditure atau pengeluaran pemerintah baik dari APBD maupun APBN. Dana tersebut harus diarahkan secara efektif dan tepat sasaran agar benar‑benar menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat.
Kedua, Pemkab Jember terus berupaya meningkatkan investasi. Gus Fawait menyebut bahwa salah satu harapan besar adalah adanya investasi besar di sektor persampahan yang diharapkan terealisasi pada akhir tahun. Investasi ini diharapkan membuka peluang kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
Ketiga, Pemkab Jember berusaha menjaga dan memperkuat konsumsi rumah tangga. Menurut Gus Fawait, itulah salah satu alasan mengapa Pemkab Jember kerap menggelar berbagai event di Alun‑Alun serta kegiatan Bunga Desaku di desa‑desa.
Sebab apabila masyarakat Jember tidak memiliki event di daerah sendiri, mereka cenderung pergi ke kabupaten lain untuk berbelanja dan berkreasi, sehingga uang yang seharusnya berputar di Jember justru keluar ke daerah lain. Melalui event dan kegiatan di desa‑desa, konsumsi diharapkan merata hingga ke wilayah pedesaan.
Namun di balik roda ekonomi tersebut, hal yang paling urgen menurut Gus Fawait adalah pelayanan publik dasar terutama akses kesehatan. Ia menegaskan bahwa warga yang tidak mampu harus tetap mendapatkan pengobatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) sebagai prioritas utama. Karena tanpa kesehatan yang terjamin, warga sulit berpartisipasi secara penuh dalam roda ekonomi.
“Kami ingin konsumsi rumah tangga Jember tetap berputar di Jember, investasi tumbuh, belanja pemerintah tepat sasaran, dan yang paling utama warga miskin tetap terlindungi lewat UHC,” ujar Gus Fawait dalam paparan tersebut.
Strategi ini menjadi bagian dari visi besar Pemkab Jember menuju Jember Baru yang lebih sejahtera dan maju. Melalui sinergi belanja pemerintah, investasi, penggerakan konsumsi masyarakat, serta pelayanan kesehatan yang merata, Pemkab Jember berharap jumlah warga miskin terus turun secara berkelanjutan. (Win)


