Bupati Gus Fawait: 21.368 Guru Ngaji Jember Terima Insentif, Capaian 97,1 Persen di 2026

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, terhadap penghargaan dan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan terus dibuktikan secara nyata. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 21.368 guru ngaji di seluruh Kabupaten Jember telah resmi menerima insentif, angka yang setara dengan 97,1 persen dari target 22.000 penerima yang ditetapkan dalam RPJMD.

Angka ini bahkan menunjukkan kenaikan dari capaian tahun sebelumnya, yakni 21.399 penerima pada 2025, menjadi 21.368 penerima di tahun 2026 — serapan anggaran yang dialokasikan pun meningkat dari Rp32,098 miliar menjadi Rp32,052 miliar dari APBD Kabupaten Jember.

Bukan Sekadar Janji, Terus Direalisasikan

Belum genap dua tahun memimpin Kabupaten Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa perhatian terhadap guru ngaji bukan sekadar seremonial, melainkan prioritas yang terus dijaga dan dilaksanakan. Program ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus penguatan perlindungan sosial bagi para pendidik yang perannya sangat vital dalam membangun karakter dan moral generasi muda di lingkungan masyarakat.

“Ini bukti nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. Guru ngaji adalah tulang punggung pendidikan karakter di desa-desa dan lingkungan kita. Perhatian terhadap mereka adalah investasi masa depan Jember,” ungkap Gus Fawait.

Lebih dari Sekadar Insentif: Perlindungan Sosial Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya memberikan insentif tunai. Pada tahun 2026, perhatian kepada para guru ngaji juga diperkuat melalui dukungan perlindungan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang nilainya mencapai Rp2,9 miliar. Langkah ini menjamin keamanan dan perlindungan bagi ribuan guru ngaji dalam menjalankan tugas mulia mereka mendidik anak-anak di seluruh pelosok desa.

Kado Kemerdekaan ke-81 untuk Jember dan Indonesia

Program ini sekaligus menjadi “Kado Jember untuk Indonesia” dalam rangka memperingati HUT RI ke-81. Gus Fawait menyebut bahwa perhatian terhadap guru ngaji adalah bentuk penghormatan terhadap pendidikan non-formal yang selama ini menjadi pilar moral dan spiritual masyarakat.

“Guru Ngaji Diperhatikan, Perlindungan Sosial Diperkuat” demikian semangat yang diusung program ini. Dengan capaian yang terus mendekati target penuh, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen agar ke depannya seluruh guru ngaji yang berdedikasi di kabupaten ini dapat tercakup dalam program kesejahteraan dan perlindungan sosial yang memadai.

 Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar