Gus Fawait Menjawab: Dibilang Membela Diri? Ini Fakta Tentang Home Care  

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Pemerintah Kabupaten Jember meluruskan berbagai kesalahpahaman yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan program Home Care, menegaskan bahwa segala hal didasarkan pada data, fakta lapangan, dan prosedur yang telah ditetapkan, Sabtu (26/9)

Program ini bukan layanan dokter pribadi yang datang ke rumah setiap saat, melainkan pelayanan terarah dengan sasaran, tahapan, dan mekanisme yang jelas.

Siapa Sasaran Home Care?

Program ini menargetkan 23.000 keluarga rentan yang telah diidentifikasi, meliputi:

– Masyarakat miskin dan miskin ekstrem

– Lansia tunggal

– Ibu hamil dengan risiko tinggi

– Balita penderita stunting

– Penyandang disabilitas

– Penderita penyakit kronis

Artinya, tidak semua warga otomatis masuk sasaran. Ada proses identifikasi, verifikasi, dan penetapan terlebih dahulu sebelum tim turun ke lapangan.

Bagaimana Cara Mengaksesnya?

– Jika sudah masuk data sasaran: Tim akan melakukan verifikasi dan kunjungan langsung ke rumah.

– Belum masuk sasaran tetapi membutuhkan: Bisa melaporkan melalui saluran Wadul Guse. Namun laporan bukan berarti langsung diterima sebagai sasaran — tetap ada proses verifikasi dan penilaian kebutuhan terlebih dahulu.

Saat petugas tiba di rumah, tidak sekadar berkunjung lalu pergi. Ada pemeriksaan kesehatan, pemberian pelayanan, pemantauan kondisi, dan jika diperlukan, warga akan dirujuk ke Rumah Sakit Daerah terdekat.

Lebih dari Sekadar Kesehatan

Home Care juga memberi dampak luas. Jika dalam kunjungan ditemukan masalah lain — seperti rumah tidak layak huni, administrasi kependudukan belum lengkap, atau kebutuhan bantuan sosial — tim akan mengoordinasikan lintas dinas agar kebutuhan tersebut juga ditangani secara menyeluruh.

Capaian Per Agustus 2026

Sejak diluncurkan pada 24 Juli 2026, program terus berjalan menuju target 23.000 sasaran. Hingga Agustus 2026, sebanyak 19.445 sasaran telah menerima kunjungan dan pelayanan. Data terus diperbarui sesuai kondisi lapangan.

Contoh nyata: warga di Kecamatan Kencong yang melaporkan kebutuhan melalui Wadul Guse berhasil ditindaklanjuti — membuktikan saluran pengaduan tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memverifikasi, menindaklanjuti, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Informasi Harus Berbasis Fakta

“Kami tidak membela diri, juga bukan soal pendukung atau penentang. Informasi yang disebarkan ke publik harus berpegang pada data dan fakta, bukan sekadar asumsi,” tegas Gus Fawait (Bupati Jember) 

Masyarakat diimbau membagikan penjelasan ini agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman mengenai program Home Care — agar warga tahu haknya, cara mengaksesnya, dan apa yang sebenarnya sedang dikerjakan demi kesejahteraan bersama.

 

SPN: Win

Share This Article
Tidak ada komentar