JEMBER, Suarapaginews.com – Kunjungan kerja Bupati Jember, Muhammad Fawait, ke Malaysia bukan sekadar urusan kedinasan. Di sela-sela agenda, mampirnya beliau ke kawasan kuliner legendaris Kampung Bharu justru melahirkan gagasan besar yang akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi Jember ke depan, Senin (21/9/2026)
Bagi Gus Fawait—sapaan akrab beliau—Kampung Bharu bukan sekadar tempat makan. Kawasan itu membuktikan: pusat kuliner bisa menjadi ruang pertemuan warga, penggerak ekonomi rakyat, sekaligus magnet wisatawan dari mancanegara.
“Dari sini kami mendapat inspirasi untuk Jember. Kami ingin mewujudkan kawasan food street yang tumbuh dari akar budaya, kekayaan rasa, dan karakter asli Jember,” ungkap Gus Fawait.
Rencana Nyata yang Sedang Disusun
Beliau menegaskan, gagasan ini tak sekadar wacana. Langkah konkret yang akan segera dijalankan meliputi:
✅ Pemetaan Potensi Kuliner & Pelaku Usaha — Menginventarisasi makanan khas Jember, mendata pelaku UMKM kuliner, serta melibatkan anak muda kreatif untuk mengangkat dan menampilkan produk lokal secara menarik.
✅ Penataan Kawasan Berkarakter Jember — Menyiapkan lokasi yang strategis, menata desain dan suasana dengan sentuhan budaya serta identitas daerah, sehingga bukan hanya tempat jualan, melainkan tempat berkunjung dan berkesan.
✅ Pembinaan & Pendampingan Pelaku Usaha — Memberikan pelatihan kemasan, standar kebersihan, manajemen usaha, hingga promosi bersama agar para pedagang siap melayani wisatawan dalam maupun luar negeri.
✅ Sinergi Antar Instansi & Masyarakat — Melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi-UMKM, Pemkab, hingga tokoh masyarakat dan pelaku usaha agar pengelolaan berkelanjutan dan benar-benar milik rakyat.
✅ Promosi Menuju Pasar Luas — Mengangkat citra kuliner Jember ke panggung nasional hingga internasional, agar nama Jember dikenal bukan hanya sebagai daerah persawahan, melainkan juga surga rasa yang layak dikunjungi.
“Jember punya rasa yang luar biasa. Punya pelaku usaha yang tangguh, punya anak muda yang kreatif. Tinggal kita kemas, kita tata, kita kembangkan bersama. Supaya makin dikenal, makin memberi penghidupan bagi warga,” tegas Gus Fawait.
“Jember punya rasa. Tinggal kita bawa agar semakin dikenal dunia.”
Visi ini menjadi bukti bahwa pembangunan Jember tak hanya bicara gedung dan jalan, melainkan juga mengangkat apa yang sudah dimiliki rakyat—dari meja makan warga, menuju panggung dunia.
SPN: Win


