JEMBER, Suarapaginews.com – Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., mengajak para jawara dan perguruan silat di Jember untuk menjadi bagian dari sabuk kamtibmas dengan bersinergi bersama Polri menjaga keamanan, memberantas penyakit masyarakat, dan melindungi warga.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolres saat kunjungan resmi di Padepokan PSHT Jember. Kapolres Jember didampingi oleh Wakapolres Kompol A. Effan Sulaiman beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Jember untuk memperkuat sinergi kamtibmas di wilayah Jember.
Kapolres menegaskan, jawara dan pendekar memiliki peran penting di tengah masyarakat. Kemampuan bela diri yang dimiliki harus digunakan untuk membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
“Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas, sama-sama memberantas penyakit masyarakat, dan sama-sama kita jaga wilayah Jember,” ujar Kapolres.
Menurut Kapolres, sinergi antara Polri dan para jawara menjadi kekuatan penting untuk menjaga Jember tetap aman dan kondusif. Kebersamaan tersebut juga harus didukung dengan kekompakan serta soliditas seluruh perguruan silat.
Kapolres mengingatkan, pencak silat merupakan warisan leluhur zaman dulu yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan. Pelestarian tersebut menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat agar nilainya tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mendorong agar keberadaan padepokan dan balai latihan tidak hanya terpusat di satu tempat. Ke depan, Kapolres meminta agar setiap kabupaten di Jember memiliki tempat pembinaan serupa sehingga seni budaya, kearifan lokal, serta tradisi pencak silat dapat terus dilatih dan dikembangkan.
“Jadi saya minta nanti di setiap Desa ataupun Kecamatan didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Jember bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” kata Kapolres.
Kapolres menjelaskan, pesanggrahan (Padepokan) bukan hanya tempat latihan bela diri. Tempat tersebut harus menjadi ruang belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan persoalan bersama melalui semangat kebersamaan.
Persaudaraan Setia Hati Terate pun diharapkan terbuka tidak hanya bagi anggota PSHT, tetapi juga seluruh perguruan silat dan masyarakat. Selain sebagai tempat pembinaan pencak silat, Pendopo tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya dan pelestarian berbagai kearifan lokal Jember.
Kapolres berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga semangat persatuan dalam mengembangkan tradisi ini (PSHT) ke tingkat nasional. Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Jember, tetapi juga dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkas Kapolres.
SPN: Win


