Gus Fawait: Bukan Soal Siapa Paling Keras Berbicara, Tapi Siapa yang Paling Banyak Dirasa Manfaatnya

SUARA PAGI
2 Min Read
JEMBER, suarapaginew.com — Di tengah hiruk-pikuk opini yang kadang lebih ramai dari kenyataan, ada suara yang patut didengar: pembangunan itu bukan untuk dijadikan bahan debat di media sosial semata, melainkan untuk dirasakan langsung oleh rakyatnya, Rabu (19/8).

Tiap hari mungkin ada yang menghina, ada yang berkata belum ada perubahan. Namun mungkin saja, mereka memang belum merasakannya secara pribadi. Sebab di saat sebagian orang sibuk saling serang di dunia maya, banyak warga Jember yang diam-diam sudah tersenyum merasakan manfaatnya secara nyata.

Ada yang kini bisa berobat gratis cukup dengan menunjukkan KTP, berkat program UHC Prioritas yang menjamin kesehatan tanpa biaya. Ada mahasiswa yang tak lagi cemas menunggak uang kuliah karena dibantu beasiswa Cinta Bergema. Ada keluarga yang dulunya menempati rumah tak layak huni, kini tempat berteduhnya diperbaiki lewat program RTLH.

Bantuan pertanian senilai 312 miliar rupiah telah diterima para petani, memberi napas baru bagi sektor pangan di daerah ini. Calon pekerja migran pun tak lagi terbebani biaya pemeriksaan kesehatan yang mahal, karena MCU kini lebih terjangkau. Warga desa pun kini tak perlu jauh-jauh ke kota untuk mengurus dokumen, berkat kehadiran MPP Mini Kecamatan, program Bunga Desaku, layanan yang mendekatkan pelayanan ke pintu rumah.

Manfaat lain pun terasa: rumah yang kini dialiri listrik gratis, 1.200 tenaga kesehatan yang diterjunkan langsung ke pelosok desa, hingga kembali beroperasinya rute penerbangan Jember–Jakarta yang membuka akses lebih luas bagi masyarakat. Dan yang paling penting: pendapatan daerah terus meningkat tanpa menambah beban pajak kepada masyarakat.

“Tidak semua orang harus menyukai seorang pemimpin. Tapi sebelum mengatakan tidak ada yang dikerjakan, lihatlah mereka yang sudah merasakan manfaatnya. Karena yang paling penting bukan siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling banyak dirasakan manfaatnya,” demikian pesan yang terus bergema di tengah masyarakat.

Karya nyata lebih lantang daripada seribu kata. Terima kasih, Gus Fawait. Semangat yang dibawa sederhana namun bermakna dalam: Jember Baru, Jember Maju.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar