Gus Fawait: Jember Siap Kirim Santri Belajar Hingga ke Luar Negeri

SUARA PAGI
3 Min Read

Jember, suarapaginew.com – Jejak para santri kini semakin mengukuhkan posisi di barisan pemimpin bangsa. Dari Kyai Haji Ma’ruf Amin, tokoh yang pernah dipercaya menjadi Wakil Presiden, hingga sosok-sosok seperti Gus Ipul yang pernah menjabat Wakil Gubernur, dan Ibu Khofifah Indar Parawansa — santriwati yang kini memimpin sebagai Gubernur Jawa Timur — semuanya membuktikan santri mampu tampil di barisan terdepan.

Kini, sejarah kembali terukir di Jember: seorang lulusan pondok pesantren dipercaya memimpin Kabupaten Jember. Fakta ini sekaligus membantah pandangan yang kerap memandang sebelah mata putra-putri pesantren. Bukan hanya di pemerintahan, di lembaga legislatif pun dari tingkat pusat hingga daerah, jumlah santri yang duduk menjadi wakil rakyat sangatlah banyak dan tersebar di berbagai bidang keahlian.

Sejak masa silam, para ulama dan pendahulu telah memberi teladan: ilmu agama bukanlah satu-satunya cakupan. Umat Islam juga telah melahirkan para ahli di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan yang memberi manfaat bagi seluruh dunia. Maka pandangan yang membatasi anak pesantren hanya mempelajari ilmu agama pun dianggap keliru.

Pesantren masa kini telah membuktikan mampu menggabungkan ilmu agama dengan ilmu umum. Inilah keunggulan yang dimiliki para santri selain bekal pendidikan, mereka juga mendapat limpahan doa dan berkah dari para Kyai. Doa yang dipanjatkan untuk seluruh anak didiknya, menjadi kekuatan yang tak terlihat namun sangat menentukan.

Banyak hal yang dipelajari di sekolah luar pesantren, namun ada satu hal yang tidak bisa dibeli maupun dipelajari: berkah dari doa para pendidik. Inilah yang menjadi “faktor X”, penyebab mengapa dengan pendidikan yang sama, hasil yang diraih para santri sering kali melampaui harapan.

Menyadari potensi besar ini, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen membuka peluang seluas-luasnya. Program beasiswa khusus disiapkan bagi para santri yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di lingkungan pesantren maupun di berbagai kampus di seluruh Indonesia.

Bahkan rencana besar tengah disiapkan: tahun depan akan dirintis pengiriman santri berprestasi Jember untuk menuntut ilmu hingga ke Universitas Al-Azhar maupun ke kampus-kampus unggulan lainnya di luar negeri. Sebuah jalan yang terbuka lebar bagi siapa saja yang tekun belajar.

Pada akhirnya, kunci keberhasilan ada pada kesungguhan berikhtiar. Belajar dengan sungguh-sungguh, disertai doa sendiri, lalu ditambah doa para Kyai, itulah jalan menuju kesuksesan yang pasti. Jika ada santri yang belum berhasil, bukan karena takdirnya tertutup, melainkan karena belum tuntas dalam menggapai cita-cita yang diharapkan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (akrab disapa Gus Fawait) saat berkunjung ke Balai Pendidikan Islam Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum, Jalan Pahlawan No.72 Sukorejo, Sukowono, Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan disambut Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Haji Machrus Muhit Nahrowi, turut hadir Kapolsek Sukowono dan Camat Sukowono. Diharapkan santri berikhtiar sungguh-sungguh, sebab kesungguhan disertai doa adalah jalan menuju kesuksesan.

 

Kabiro: Win

 

 

Share This Article
Tidak ada komentar