JEMBER, SuarapagiNews.com – Kisah perjuangan seorang siswi SMK di wilayah Kalisat, Kabupaten Jember, menyentuh hati banyak pihak. Di usia yang seharusnya penuh dengan aktivitas belajar dan mengejar cita-cita, ia justru harus rutin menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu. Kondisi ini tentu bukan perawatan ringan, sekaligus menuntut biaya dan perjuangan yang besar bagi keluarga, Kamis (10/9)
Melalui laporan yang masuk ke kanal pengaduan dan pelayanan masyarakat Wadul Gus’e, Bupati Jember Muhammad Fawait langsung merespons cepat. Tim kesehatan Pemkab Jember diturunkan langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi kesehatan siswi tersebut secara langsung, memastikan kebutuhan penanganannya dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait secara tepat sasaran.
Kehadiran tim ini bukan sekadar memastikan proses pelayanan berjalan lancar, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada pasien dan keluarga agar tidak merasa menghadapi proses pengobatan sendirian. Diketahui, siswi yang bernama Merisa ini sempat diantar berobat menggunakan bentor, dan kini rutin dibantu transportasi oleh tim Baret Rescue agar bisa menjalani cuci darah tepat waktu.
“Semoga ikhtiar dan pendampingan yang dilakukan dapat membantu meringankan perjuangannya serta membuka jalan menuju kondisi kesehatan yang lebih baik,” demikian harap Bupati Fawait.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap warga yang membutuhkan tidak hanya sebatas kebijakan di atas kertas, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat. Warga yang membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan aspirasi pun dapat melaporkannya melalui kanal Wadul Gus’e agar dapat segera ditindaklanjuti.


