Gus Fawait: Di Tengah Perjuangan Sakit, Kehadiran dan Perhatian Jauh Lebih Berarti Daripada Sekadar Obat

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Bukan dari balik meja rapat, bukan pula sekadar memeriksa laporan. Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung, melangkah masuk ke rumah-rumah warga di Kecamatan Jelbuk, memimpin langsung pelaksanaan program unggulan Homecare, Minggu (4/10/2026)

Di sana, beliau tak hanya menyapa — mendengar, memahami, dan merasakan sendiri bagaimana beratnya perjuangan keluarga saat salah satu anggotanya jatuh sakit.

Di setiap kediaman yang dikunjungi, Gus Fawait menyadari satu kebenaran mendasar yang sering kali terlupakan: obat memang menyembuhkan, tetapi perhatian dan kehadiran yang tulus memberi kekuatan untuk bertahan.

“Menyapa warga langsung di rumah menjadi pengingat bagi saya bahwa di tengah perjuangan menghadapi sakit, kehadiran dan perhatian sangat berarti bagi mereka dan keluarga,” tegas Gus Fawait.

BUKAN JANJI, TAPI JEMPUT PELAYANAN HINGGA KE AMBANG PINTU

Program Homecare hadir menjawab kenyataan pahit yang selama ini terabaikan: tidak semua warga mampu datang ke puskesmas atau rumah sakit. Ada yang lanjut usia dan tak bisa berjalan, ada yang sakit kronis, ada pula keluarga yang tak memiliki biaya transportasi. Mereka bukan tidak ingin berobat — mereka hanya kesulitan menjangkau pelayanan.

Gus Fawait menegaskan: program ini lahir untuk mengakhiri ketimpangan itu.

“Melalui Homecare, kami terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, terutama yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Kami ingin setiap warga yang membutuhkan bisa mendapatkan perawatan dan pendampingan dengan baik.”

Tim medis tak menunggu dipanggil — mereka datang. Memeriksa, merawat, memantau perkembangan, memberikan edukasi kepada keluarga, hingga memastikan kebutuhan dasar kesehatan terpenuhi di rumah sendiri. Bukan istimewa untuk segelintir orang — melainkan hak bagi setiap warga yang membutuhkan.

APRESIASI UNTUK GARIS TERDEPAN DAN DOA UNTUK SELURUH WARGA

Di balik keberhasilan pelayanan ini, Gus Fawait memberi penghormatan tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak program ini.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terus melayani dengan sepenuh hati.”

Beliau juga mengirim doa tulus untuk warga Jember:

“Untuk sedulur-sedulur yang sedang sakit, semoga segera diberikan kesembuhan. Untuk keluarga yang mendampingi, semoga selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan kekuatan.”

MAKNA YANG TAK BISA DIUKUR ANGKA

Homecare bukan sekadar program. Bukan proyek. Bukan pula ajang pencitraan. Ini urusan kemanusiaan.

Ketika pemerintah hadir di ruang tamu warga yang sedang berjuang melawan sakit, ketika perhatian diberikan tanpa menunggu diminta — itu bukti nyata bahwa negara hadir. Bahwa warga Jember, dari kota hingga pelosok Jelbuk, sama-sama berharga. Bahwa tak ada satu pun yang boleh ditinggalkan hanya karena tak mampu datang sendiri ke fasilitas kesehatan.

Gus Fawait membuktikan: pemerintahan yang baik tidak meminta rakyat datang — ia yang mendatangi rakyat.

(Win)

Share This Article
Tidak ada komentar