Gus Fawait Tegaskan: Musyawarah Pasar Tanjung Dasar Keputusan Bersama — Bukan Milik Satu Pihak

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), memimpin langsung musyawarah terbuka terkait penataan Pasar Tanjung di Pendopo Kabupaten Jember, Jumat (2/10/2026).

Pertemuan ini mempertemukan seluruh elemen: pedagang lantai atas, bawah, luar, pengelola pasar, perwakilan masyarakat, Laskar Jahanam, MADAS, GMNI, serta jajaran Forkopimda dan Satgas Penataan Pasar.

Dalam pembukaannya, Gus Fawait mengawali dengan menenangkan situasi menyusul gelombang aspirasi yang muncul beberapa hari terakhir.

“Di usia enam tahun dua hari, tanggal delapan, disaksikan Forkopimda, kita sudah merumuskan langkah. Dalam demokrasi, unjuk rasa itu hal biasa — dulu saya juga mahasiswa, paham betul itu,” ujarnya merespons aksi penyampaian aspirasi yang terjadi saat beliau sedang tidak berada di tempat.

Beberapa kelompok masyarakat yang merasa belum terwakili menyampaikan pandangan mereka ke Pemkab, diterima oleh Ketua DPRD, jajaran pemkab, serta unit terkait. Kini, Gus Fawait mengundang semua pihak untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang adil.

“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul. Semua diundang: pedagang atas, bawah, luar, di jalan, warga sekitar, pendamping dari Laskar Jahanam, MADAS, GMNI — semuanya ada di sini,” kata Gus Fawait.

Beliau menegaskan satu hal penting: keputusan yang diambil bukanlah keputusan sepihak Bupati, melainkan keputusan bersama hasil musyawarah.

“Jangan sampai keputusan yang sudah disepakati bersama itu dibatalkan begitu saja. Itu menjadi dasar kita hari ini. Saya akan mendengarkan semua pendapat, tapi ingat — musyawarah harus ada kelanjutannya, jangan berhenti di rapat saja,” tegasnya.

Gus Fawait juga mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi saling serang.

“Boleh beda pandangan, tapi jangan saling mencaci maki pribadi. Kita sudah duduk di meja yang sama, hormati perbedaan itu,” pesannya.

Sesi kemudian dibuka dengan pemaparan evaluasi kinerja Satgas, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait. Koordinator Satgas melaporkan bahwa perubahan arus lalu lintas Jalan Samanhudi — yang awalnya dari utara ke selatan, kini dibalik dari selatan ke utara — telah diberlakukan sejak Senin (28/9) pukul 05.00 Wib sesuai masukan yang disampaikan masyarakat dan GMNI.

Data dan dampak dari uji coba ini akan dievaluasi secara transparan, lalu dibuka kesempatan bagi setiap pihak untuk menyampaikan aspirasi satu per satu.

“Kita duduk untuk mencari mufakat. Bukan untuk menang-menangan, tapi untuk Pasar Tanjung kembali hidup, warga sejahtera, Jember maju bersama,” pungkas Gus Fawait.

(Win)

Share This Article
Tidak ada komentar