JEMBER, Suarapaginews.com — Untuk mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember dari posisi 5 terbawah di Jawa Timur, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan langkah terobosan yang berani dan berbeda, Kamis (24/9)
Menurutnya, jika setidaknya 50.000 hingga 100.000 warga yang belum tamat atau putus sekolah berhasil masuk dalam sistem pendidikan dan dicatat dalam data, maka IPM Jember akan segera melesat naik.
“IPM tidak akan naik jika kita tidak membuat kebijakan yang drastis, out of the box,” tegas Gus Fawait di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD serta pemangku kepentingan.
Tiga Pilar IPM: Dua Sudah di Jalur, Pendidikan Jadi Fokus Utama
Bupati memaparkan bahwa dari tiga komponen utama penyusun IPM:
– ✅ Pertumbuhan ekonomi/pendapatan — sudah berjalan sesuai rencana (on the track)
– ✅ Kesehatan — insya Allah sudah terpenuhi dan kondisinya semakin baik
– ⏳ Rata-rata lama sekolah — masih menjadi tantangan terbesar yang harus segera dipecahkan
Menyelenggarakan program Kejar Paket sendiri secara konvensional dinilai memakan biaya sangat besar dan belum tentu menjamin keberhasilan serta kehadiran peserta. Karena itulah, Pemkab Jember merancang terobosan baru yang memadukan pendidikan dengan kearifan dan tradisi masyarakat.
Terobosan: Kejar Paket Beriringan dengan Majelis Taklim
Dengan izin dan dukungan DPRD Kabupaten Jember, Pemkab akan bersinergi langsung dengan Majelis Taklim, Majelis Zikir, Majelis Sholawat, dan kelompok keagamaan lainnya. Langkah konkretnya:
1. Pendataan menyeluruh warga yang belum lulus SD, SMP, maupun SLTA
2. Pemberian insentif bagi warga yang mengikuti Kejar Paket
3. Pembelajaran disesuaikan dengan kenyamanan warga: mengikuti kegiatan keagamaan, berzikir, bersholawat, sekaligus belajar — tidak terpisah dari keseharian mereka
“Belajar tidak harus meninggalkan kebiasaan baik mereka. Justru kita masukkan pendidikan ke ruang yang sudah mereka cintai,” ungkap Gus Fawait.
Langkah ini diharapkan mampu menjangkau warga yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan, sehingga rata-rata lama sekolah di Jember meningkat signifikan, IPM naik, dan posisi Jember perlahan keluar dari deretan terendah di Jawa Timur.
SPN: Win


