Gus Fawait di Ancak Agung: Kesejahteraan Warga & Solidaritas Kemanusiaan

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginew.com – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti perhelatan tradisi Ancak Agung 2026 di Kabupaten Jember, Sabtu, 22 Agustus 2026. Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan pidato kebangsaan yang sarat pesan tentang kemajuan daerah, kepedulian sosial, dan solidaritas lintas bangsa.

Dalam pidatonya yang dinanti-nantikan itu, Gus Fawait — sapaan akrab Bupati — mengumumkan langkah strategis bagi peningkatan kesejahteraan tenaga kerja daerah. Ia menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk mengangkat tenaga kerja daerah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Langkah ini disampaikan langsung di hadapan ribuan warga yang hadir, sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap nasib para pekerja di lingkungan pemerintah daerah.

“Kesejahteraan saudara-saudara kami yang telah mengabdi selama ini adalah prioritas. Melalui status P3K Paruh Waktu ini, kami ingin memberikan kepastian hukum, kepastian penghasilan, dan jaminan pengabdian yang lebih bermartabat bagi seluruh tenaga kerja daerah di Jember,” ujar Gus Fawait disambut tepuk tangan meriah warga.

Penampilan beliau pada kesempatan itu pun menjadi sorotan. Mengenakan syal yang memadukan warna dan lambang bendera Indonesia dan Palestina, Bupati kembali menegaskan sikap tegas Kabupaten Jember dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. “Dukungan ini murni panggilan kemanusiaan universal, sesuai amanat konstitusi dan nilai-nilai keadilan yang dijunjung bangsa Indonesia,” tegasnya.

Gus Fawait menambahkan, persaudaraan dan dukungan terhadap rakyat Palestina bukan urusan politik sesaat, melainkan sikap yang lahir dari hati nurani bangsa. “Kita berdiri bersama mereka bukan karena alasan lain, melainkan karena kita sesama manusia yang menginginkan keadilan. Di mana pun penindasan terjadi, suara keadilan dari Jember tidak akan diam,” tambahnya.

Perhelatan tradisi Ancak Agung yang digelar setiap tahun ini juga dimanfaatkan Bupati untuk menyerukan pentingnya merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Jember. Di tengah keberagaman keyakinan masyarakat Jember, beliau mengingatkan bahwa kemajuan daerah hanya bisa diraih jika kedamaian dan saling menghormati dijaga bersama.

“Jember adalah rumah bersama. Di rumah ini tidak boleh ada sekat-sekat yang memisahkan kita. Perbedaan keyakinan adalah kekayaan, bukan alasan untuk berjarak. Mari kita rawat kerukunan ini sebagai modal utama membangun Jember yang makmur dan beradab,” ajak Gus Fawait.

Ribuan warga yang hadir tampak antusias menyambut seruan-seruan tersebut. Banyak yang menilai pidato kebangsaan Bupati kali ini tidak hanya bicara soal pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan sosial yang menyentuh hati setiap lapisan masyarakat.

“Kami sangat terharu. Bupati tidak hanya memikirkan pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga nasib tenaga kerja, solidaritas sesama manusia, serta kerukunan antarwarga. Ini Jember yang kami banggakan,” ungkap salah satu warga yang hadir.

Dengan penutup doa bersama lintas keyakinan, perhelatan Ancak Agung 2026 pun berakhir dalam suasana damai dan penuh harapan — membuktikan bahwa di Jember, kebinekaan, kesejahteraan rakyat, dan solidaritas kemanusiaan dapat berjalan beriringan menuju cita-cita yang lebih luhur.

Win.

Share This Article
Tidak ada komentar