
JEMBER, suarapaginew.com — Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, SP.P., FISR, ke Kabupaten Jember melahirkan apresiasi luar biasa terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, yakni Home Care. Di hadapan Bupati Jember Muhammad Fawait, Wamenkes menyebut terobosan kesehatan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, bahkan dinobatkan sebagai yang pertama di Indonesia, Sabtu (15/8).
Wamenkes menekankan, layanan kesehatan pada umumnya dinilai baik apabila letaknya dekat dengan masyarakat. Namun realitas di Jember yang wilayahnya sangat luas, membuat warga yang jauh dari pusat kesehatan kesulitan berobat karena kendala biaya dan jarak. Melihat kesulitan rakyat inilah, Bupati Jember mengambil keputusan berani menghadirkan layanan langsung ke rumah warga.
“Ini luar biasa, Pak Bupati. Keputusan ini bagi saya yang pertama di Indonesia,” ungkap Wamenkes dengan penuh kekaguman.
Konsep jemput bola yang dijalankan: warga tidak mampu dijemput dan diantar ke fasilitas kesehatan, sedangkan warga yang sakit dan tidak bisa berkunjung, tim medislah yang mendatangi rumah mereka. Lebih dari itu, mobil-mobil operasional yang bersumber dari pajak pun dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar warga berobat. Hal yang disebut Wamenkes belum pernah terjadi di tempat lain.
Wamenkes berharap, dalam kurun waktu 2–3 bulan ke depan, keberhasilan program ini dapat dipaparkan secara rinci kepada Kementerian Kesehatan. “Bagusnya seperti apa, terus kita sampaikan agar kabupaten lain juga bisa mencontoh,” ujarnya. Terutama bagi kabupaten-kabupaten yang wilayahnya luas, aksesnya jauh, dan masyarakatnya memiliki keterbatasan ekonomi untuk berobat.
“Tahun depan, apabila program ini terbukti sukses, bisa dibuat secara nasional,” tegas Wamenkes. Sebab konsep Home Care Jember dinilai sangat membantu daerah-daerah yang warganya harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.
Apresiasi tinggi ini sekaligus mengukuhkan bahwa kebijakan Bupati Jember bukan sekadar program biasa, melainkan terobosan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil. Sesuatu yang baik, bijaksana, dan menyelamatkan rakyat layak menjadi teladan bagi seluruh Indonesia.
Kabiro: Win


