
JEMBER, Suarapaginew.com – Kabar membanggakan datang dari dunia kesehatan Kabupaten Jember, setelah Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2025 berhasil turun tajam hingga mencapai angka 70,52 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut tercatat jauh lebih rendah dibandingkan target nasional RPJMN 2025 yang ditetapkan sebesar 122 per 100.000 kelahiran hidup.
Penurunan ini menunjukkan hasil yang luar biasa jika dibandingkan data tahun 2019 yang saat itu masih berada di angka 132,28. Dalam kurun waktu tujuh tahun, AKI Jember turun sebesar 61,76 poin atau setara 46,6 persen, membuktikan adanya kemajuan pesat dalam pelayanan kesehatan ibu di daerah ini, Rabu (5/8)
Keberhasilan tersebut merupakan buah dari langkah nyata yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Berbagai upaya seperti penempatan bidan dan perawat di Puskesmas hingga ke rumah sakit, penguatan sistem rujukan agar tidak ada keterlambatan penanganan, serta pelaksanaan skrining layak hamil di seluruh 50 Puskesmas secara gratis.
Komitmen dan kerja nyata ini diwujudkan demi mewujudkan ibu yang lebih sehat, keluarga yang lebih kuat, serta Jember yang semakin maju dan sejahtera. Seluruh elemen terus didorong untuk menjaga capaian ini agar terus berkelanjutan di masa mendatang.
Masyarakat pun diimbau agar para ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya di Puskesmas terdekat. Langkah sederhana ini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan keselamatan ibu dan bayi sejak dalam kandungan hingga persalinan.
Dengan capaian yang telah melampaui target nasional, Kabupaten Jember kini menjadi salah satu daerah yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam penurunan angka kematian ibu di Jawa Timur.
Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu guna mempertahankan dan menurunkan kembali angka tersebut di tahun-tahun mendatang.
Semoga capaian ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan bersama, demi terwujudnya Jember yang sehat, sejahtera, dan bermartabat.
(Win)


