Pererat Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Kapolrestabes Semarang Ajak Bersama Jaga Kerukunan dan Kondusivitas

SUARA PAGI
4 Min Read

SEMARANG – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Erlin Tang Jaya melaksanakan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Pondok Pesantren Madinah Munawaroh, Jalan Durian Raya Nomor 27B, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.40 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan tokoh agama dan membangun komunikasi dalam menjaga keamanan serta kerukunan masyarakat.

Kunjungan tersebut disambut Pengasuh Pondok Pesantren Madinah Munawaroh KH. Yahya Al Muttamaqin dan dihadiri sejumlah tokoh agama dari unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, perwakilan Kementerian Agama Kota Semarang, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, serta jajaran Polrestabes Semarang dan Polsek Banyumanik. Hadir pula Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo, S.H., M.H.,. 

Dalam pertemuan tersebut, Kapolrestabes Semarang menegaskan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama dan lingkungan pesantren merupakan bagian penting dari pendekatan kepolisian kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka, Polri berharap dapat memperkuat kepercayaan, menyerap aspirasi, serta membangun kerja sama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Sugito, S.H., M.H., menjelaskan bahwa hubungan baik antara kepolisian dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga suasana masyarakat tetap sejuk, terutama ketika muncul informasi atau pemberitaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang komunikasi dan kebersamaan antara Polri dengan para ulama serta tokoh masyarakat. Kami menyadari bahwa menjaga keamanan tidak bisa dilakukan kepolisian sendiri. Peran tokoh agama sangat penting untuk menyampaikan pesan yang menyejukkan, mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,” jelas Kompol Sugito.

Dalam dialog tersebut, Kapolrestabes Semarang juga menyampaikan penjelasan mengenai dinamika penegakan hukum yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sukoharjo. Ia mengajak para tokoh agama untuk melihat persoalan secara utuh, dengan mempertimbangkan situasi dan risiko yang dihadapi petugas saat menjalankan tugas. Penanganan perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana terorisme, lanjutnya, dilaksanakan oleh personel yang memiliki kompetensi dan kewenangan khusus sesuai tugas, fungsi, serta prosedur yang berlaku.

Polri, menurut penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan itu, tetap berkomitmen melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, dengan memperhatikan ketentuan hukum serta tetap mengedepankan perlindungan masyarakat terutama pada anak dibawah umur. Pembahasan tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman bersama, bukan memperkeruh suasana maupun memperluas polemik.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyumanik KH. Basyir menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengajak masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial, memeriksa kebenaran suatu kabar sebelum mempercayai atau menyebarkannya, serta tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum jelas sumber dan faktanya.

Kompol Sugito menambahkan, sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara melalui komunikasi yang intensif. Dengan demikian, setiap persoalan dapat disikapi secara bijak, mengutamakan dialog, dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan maupun kerukunan sosial.

Polrestabes Semarang berharap hubungan harmonis dengan kalangan pesantren dan tokoh agama semakin kuat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga persatuan, ketenteraman, dan situasi kamtibmas di Kota Semarang.

Pewarta : Humas Polrestabes Semarang

Share This Article
Tidak ada komentar