JEMBER, Suarapaginews.com – Sabtu (31/10/2026) kembali terlihat nyata kehadiran program Home Care yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait melalui kanal Wadul Gus’e dalam merespons keluhan warga yang terlantar di usia senja.
Diketahui seorang nenek yang dikenal sebagai Nenek Juna telah hidup sebatang kara selama sekitar satu bulan terakhir setelah cicitnya berada di Sidoarjo. Bertahun‑tahun ia menahan sakit tanpa pendampingan keluarga yang konsisten.
Saat Tim Wadul Gus’e bersama Tim Home Care Kecamatan, Dinsos dan Dinkes turun ke lokasi, hasil pemeriksaan menunjukkan nenek tersebut mengalami gejala anemia, ambeien serta rahim turun.
Tim telah merencanakan rujukan ke Puskesmas lanjut ke Rumah Sakit, namun muncul kendala mendalam: sang nenek menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Di balik penolakan itu terdapat kisah pilu yang menyentuh hati, karena selain rasa enggan berobat, belum ada pihak yang pasti mendampinginya selama perawatan.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah menyusun langkah‑langkah terpadu. Tim LRT Dinsos, tetangga serta anak atau cucu akan diupayakan untuk mendampingi nenek ke rumah sakit. Selain urusan kesehatan, Camat Rambipuji bersama pemerintah desa akan membantu perekaman KTP serta pencetakan Kartu Keluarga besok sebagai bagian dari pelayanan administrasi kependudukan.
Kanal Wadul Gus’e menjadi pintu utama masyarakat untuk menyampaikan keluhan. Masyarakat yang menemukan warga dalam kondisi serupa diminta segera melapor melalui WhatsApp Wadul Gus’e di nomor 0811‑3031‑1188 agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
“Inilah bukti nyata Jember Baru Jember Maju. Melalui program Home Care Bupati Jember, kami tidak hanya memeriksa kesehatan, tetapi juga mendampingi urusan sosial hingga administrasi kependudukan agar tidak ada warga yang berjuang sendirian,” ungkap semangat yang terbangun di lapangan.
Semoga Nenek Juna diberikan kesembuhan, kekuatan, serta mendapatkan penanganan terbaik. Semangat cinta bersama ini menjadi bukti bahwa kepedulian pemerintah Kabupaten Jember hadir hingga ke rumah‑rumah warga yang belum tersentuh. (Win)


