Jember Memilih Tak Merumahkan Satu Pun PPPK, Komitmen Gus Fawait Tuai Pujian Pusat

SUARA PAGI
3 Min Read
Oplus_131072

JEMBER, Suarapaginews.com — Pemerintah Kabupaten Jember mencatat prestasi luar biasa dan mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) atas keberhasilannya mempertahankan seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tengah keterbatasan anggaran daerah. Senin, 26 Oktober 2026.

Tantangan Besar yang Dihadapi 

Sejak awal kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, Pemkab Jember menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Kabupaten Jember memiliki sekitar 12 ribu tenaga PPPK, baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu. Di tengah tekanan kemampuan keuangan daerah, banyak daerah terpaksa melakukan rasionalisasi, namun Pemkab Jember memilih jalan yang berbeda.

Komitmen: Tidak Merumahkan Satu Pun PPPK 

Setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat serta mendengarkan langsung aspirasi para guru dan orang tua murid, Pemkab Jember mengambil keputusan tegas: tidak akan merumahkan satu pun PPPK. Komitmen ini telah dijalankan sejak tahun 2025 dan ditegaskan kembali untuk tahun 2026, berlaku bagi seluruh PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Bagi Pemkab Jember, keberadaan para tenaga PPPK adalah aset berharga yang telah lama mengabdi, terutama di bidang pendidikan dan pelayanan publik. Merumahkan mereka berarti mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.

Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Upaya luar biasa ini mendapat pengakuan resmi dari pemerintah pusat. Menpan-RB memberikan apresiasi khusus kepada Pemkab Jember atas keberhasilannya menjaga keberlangsungan kerja ribuan PPPK tanpa mengurangi satu orang pun, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

Apresiasi ini disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Jember dalam menjaga kualitas pelayanan publik, kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, serta stabilitas pelayanan kepada masyarakat luas.

“Meski dihadapkan pada tantangan anggaran, komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terus menjadi prioritas. Pengabdian mereka tidak dinilai dari selembar kontrak, tetapi dari dedikasi yang telah diberikan selama ini,” tegas Gus Fawait.

Para PPPK menyambut baik keputusan ini dengan penuh haru dan rasa syukur. Banyak di antara mereka yang mengibarkan spanduk ucapan terima kasih sebagai wujud apresiasi atas keberpihakan pemerintah daerah kepada mereka. Langkah ini membuktikan bahwa dengan niat tulus dan musyawarah, solusi terbaik selalu bisa ditemukan demi kepentingan bersama. (Win)

 

Share This Article
Tidak ada komentar