JEMBER, Suarapaginews.com — Senin, 26 Oktober 2026 menjadi hari yang membanggakan bagi Kabupaten Jember. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Widyantini, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Jember guna meninjau langsung pelaksanaan pelayanan publik sekaligus memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam kunjungan yang didampingi Bupati Jember, Muhammad Fawait, serta Anggota DPR RI Gus Khozin, Rini menyampaikan kekagumannya atas langkah Pemkab Jember yang berhasil mengintegrasikan 279 layanan dalam satu atap melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Keberadaan Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan tanpa harus mendatangi kantor instansi satu per satu. Saya mendapatkan informasi dari Pak Bupati bahwa saat ini ada 279 layanan dalam satu kantor. Artinya, ini sesuai dengan strategi dalam membangun Mal Pelayanan Publik. Integrasi ratusan layanan dalam satu tempat menjadi langkah penting untuk menciptakan pelayanan yang lebih mudah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Rini.
Rini juga menyoroti pencapaian peningkatan indeks pelayanan publik Kabupaten Jember, yang naik dari 4,62 pada tahun 2024 menjadi 4,68 pada tahun 2025. Peningkatan ini dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkab Jember serta partisipasi aktif masyarakat.
“Selain mengapresiasi integrasi layanan, MenPAN-RB juga menyoroti peningkatan indeks pelayanan publik Kabupaten Jember. Berdasarkan data yang disampaikan Rini, indeks pelayanan publik Jember meningkat dari 4,62 pada 2024 menjadi 4,68 pada 2025. Ia menilai peningkatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember serta partisipasi masyarakat dalam mendukung perbaikan pelayanan publik,” terangnya.
Selain itu, Rini juga memberikan apresiasi terhadap inovasi program unggulan Pemkab Jember, seperti Peta Cinta dan Homecare, yang dinilai sangat baik dalam menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pelayanan secara langsung.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan fokus utama pemerintahannya. Ia mengenang beberapa tahun lalu, warga Jember masih harus mengantre panjang di Jalan Jawa dan lokasi lain untuk mengurus administrasi kependudukan.
Melalui pembenahan sistem dan kerja keras seluruh ASN, antrean kini telah berkurang drastis, dan persoalan ketersediaan blangko KTP yang sempat dialami sekitar 62.000 warga pun telah terselesaikan sepenuhnya.
Pemkab Jember juga terus memperluas jangkauan pelayanan. Pencetakan dokumen kependudukan kini telah tersebar hingga ke tingkat kecamatan, dan keberadaan MPP yang awalnya hanya ada di satu titik, kini diperluas ke kawasan barat, utara, selatan, dan timur Kabupaten Jember, agar warga di wilayah jauh dari pusat kota tetap mendapatkan akses yang mudah.
“Konsep tersebut dikenal sebagai omni-channel, yakni pendekatan pelayanan melalui berbagai jalur, mulai dari layanan tatap muka, pelayanan jemput bola, anjungan mandiri, hingga layanan digital secara daring,” imbuh Rini, yang juga menegaskan bahwa inovasi tidak boleh melupakan kelompok rentan layanan langsung dan jemput bola harus tetap tersedia bagi warga yang belum memiliki akses digital.
Fawait juga memperkenalkan saluran pengaduan masyarakat Wadul Guse, yang terhubung langsung dengan Kementerian PANRB, serta sejumlah program sosial seperti Universal Health Coverage (UHC), Homecare, dan Mobil Cinta yang memfasilitasi pasien pulang gratis dari rumah sakit pemerintah.
“Ke depan, Jember tidak hanya melayani di satu titik, tetapi harus melayani di banyak titik. Kami juga memohon arahan dan bimbingan dari Ibu Menteri beserta jajaran Komisi II DPR RI agar sinergi ini semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkas Gus Fawait.
(Win)


