JEMBER, Suarapaginews.com — Di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi tidak hanya di Indonesia, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menguatkan seluruh santri. Minggu, 25 Oktober 2026.
Santri Tetap di Garda Terdepan, Memberi Dukungan Bukan Cacian
“Banyak yang mencela, banyak yang mencaci maki. Tapi saya yakin, santri — terutama yang hadir di tempat ini — tetap ada di garda terdepan, memberikan support, doa, dan dukungan moral kepada Presiden Republik Indonesia,” tegas Gus Fawait saat berbicara di hadapan para santri dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Pernyataan ini menegaskan bahwa sikap santri adalah membangun, bukan menjatuhkan; mendoakan, bukan mencela. Di saat banyak orang sibuk mengkritik, santri justru hadir dengan semangat persatuan dan dukungan tulus bagi pemimpin bangsa.
Santri Tidak Menuntut Dilebihkan, Tapi Berhak Diperhatikan
Gus Fawait juga menegaskan posisi santri yang sederhana namun bermartabat:
“Santri tidak menuntut untuk dilebihkan, tapi santri berhak mendapatkan perhatian yang sama, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat.”
Komitmen ini bukan sekadar janji. Jember saat ini mencatat sejarah: Kabupaten Jember memberikan beasiswa terbanyak dan terbesar di Jawa Timur — di bawah kepemimpinan seorang santri.
Sebelum tahun 2025, belum ada kategori khusus santri dalam beasiswa daerah. Namun sejak Gus Fawait memimpin, kategori beasiswa khusus santri resmi ada dan terus dikembangkan.
5 Tahun ke Depan: Santri Punya Hak yang Sama
“Saya pastikan, lima tahun ke depan santri di Kabupaten Jember mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Jember,” janji Gus Fawait dengan tegas.
Kepada para santriwan dan santriwati, Gus Fawait juga menyampaikan pesan penguatan:
“Jangan pernah berkecil hati. Bangsa Indonesia berhutang kepada para santri dan para ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kalian tidak perlu minder. Kalian semua punya hak yang sama, punya kesempatan yang sama untuk memajukan Indonesia dan rakyat!”
Semangat para santri! Kalian adalah harapan masa depan bangsa! (Win)


