Gus Fawait Kukuhkan Pengurus HKTI Jember: Hadir Dekat Petani, Wujudkan Kesejahteraan & Kemandirian Pangan

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), secara resmi menghadiri pelantikan Pengurus PAC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Jember. Dalam momen pengukuhan tersebut, Gus Fawait menyampaikan pesan mendalam sekaligus harapan besar agar organisasi ini benar-benar menjadi rumah dan suara bagi para petani di tanah penghasil pangan ini, Sabtu (3/10)

Gus Fawait membuka sambutannya dengan mengingatkan seluruh pihak akan jasa petani yang kerap terlupakan:

“Di balik pangan yang kita nikmati setiap hari, ada kerja keras para petani yang harus kita hargai dan dukung.”

Ia menegaskan kehadiran HKTI bukan sekadar nama di atas kertas, melainkan harus menjadi jembatan nyata:

“Semoga kehadiran HKTI semakin dekat dengan petani, menjadi tempat menyampaikan aspirasi, serta ikut memperjuangkan kesejahteraan mereka.”

Bupati meminta pengurus yang baru saja dilantik untuk tidak hanya berdiam di ruangan, melainkan turun langsung ke lapangan, mendengarkan persoalan yang dihadapi petani, dan duduk bersama pemerintah mencari solusi konkret.

Mulai dari kebutuhan sarana produksi, pengembangan pertanian, hingga penentuan harga dan pemasaran hasil panen — semua butuh kerja sama yang erat.

“Mulai dari kebutuhan produksi, pengembangan pertanian, hingga pemasaran hasil panen, semuanya membutuhkan kerja bersama.”

Gus Fawait juga menekankan pentingnya kekuatan kolektif demi tercapainya swasembada pangan sekaligus mengajak generasi muda untuk turut serta membangun pertanian di Jember.

“Mari kita kuatkan kebersamaan untuk mendukung swasembada pangan dan mengajak generasi muda ikut membangun pertanian Jember.”

Di akhir pesannya, Gus Fawait menyampaikan harapan yang menyentuh hati:

“Kita ingin pertanian terus berkembang, hasil panen memberi penghidupan yang layak, dan keluarga petani semakin sejahtera.”

Catatan Penting

Pelantikan ini menjadi tonggak penting: organisasi petani kini dipercaya bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, melainkan mitra strategis pemerintah yang diharapkan mampu menjawab keresahan di lapangan — mulai dari harga gabah yang fluktuatif, keterbatasan akses pasar, hingga regenerasi petani yang mulai menua.

Semangat “dekat, mendengar, dan menyelesaikan bersama” menjadi kunci agar harapan ini tidak sekadar kata-kata, melainkan menjadi kenyataan yang dirasakan langsung di ladang dan di meja makan setiap keluarga petani.

SPN: Win

Share This Article
Tidak ada komentar