JEMBER, Suarapaginews.com — Senin (19/10/2026) — Kunjungan kerja Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., ke SMA Negeri 1 Jember bukan sekadar seremonial belaka. Di balik kunjungan ini tersimpan makna yang lebih dalam sebuah perubahan paradigma besar yang diusung melalui jargon nasional “Polisi Bersama Masyarakat”.
Polisi yang dulu identik dengan sosok yang ditakuti, kini telah bergeser menjadi sosok pelindung yang ramah, hangat, dan menyenangkan bagi warga sekolah.
Berikut adalah potret keakraban yang terbangun selama kunjungan kerja kepolisian di sekolah, sebuah gambaran nyata kehadiran Polri yang semakin dekat di tengah masyarakat:
1. Interaksi Hangat dengan Murid — Polisi Adalah Sahabat, Bukan Momok
Kehadiran Kapolres Jember di SMAN 1 Jember menjadi momen berharga bagi para siswa. Berbeda dengan kesan kaku yang mungkin terbayang, kedatangan beliau justru disambut tawa dan antusiasme tinggi:
– Menghilangkan Rasa Takut: Melalui dialog yang santai dan akrab, para siswa diajak memahami bahwa polisi bukanlah momok yang menakutkan. Polisi adalah sahabat tempat mereka bisa meminta bantuan dengan aman, kapan pun dibutuhkan.
– Pengalaman Edukatif Terbuka: Siswa juga diajak mengenal lebih dekat dunia kepolisian, mulai dari melihat kendaraan operasional hingga berkeliling menggunakan mobil patroli. Pengalaman langsung seperti ini membuka wawasan sekaligus membangun rasa hormat dan kepercayaan.
– Membangun Cita-Cita: Kehadiran figur pimpinan kepolisian yang ramah dan mengayomi di tengah ruang kelas terbukti mampu menginspirasi. Banyak siswa yang kini semakin termotivasi untuk bercita-cita menjadi anggota Polri yang mengabdi untuk bangsa di masa depan.
2. Kolaborasi Karakter Bersama Guru — Sinergi untuk Generasi yang Lebih Baik
Tak hanya berinteraksi dengan siswa, Kapolres Jember juga membangun komunikasi yang erat bersama jajaran pendidik SMAN 1 Jember:
– Dialog Kamtibmas yang Terbuka:
Kepala sekolah dan guru berkesempatan berdiskusi langsung mengenai isu-isu krusial yang dihadapi remaja saat ini — mulai dari pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekolah.
– Sinergi Pencegahan Perundungan:
Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah mengampanyekan gerakan anti-perundungan (anti-bullying). Polisi dan pihak sekolah bekerja sama menciptakan ruang pengaduan yang aman, sehingga setiap siswa tahu ke mana harus melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak menyenangkan — termasuk akses layanan pengaduan seperti Call Center 110 dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
– Sesi Dokumentasi dan Kenang-Kenangan: Kunjungan ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat — foto bersama, pembagian bingkisan edukasi, hingga pemberian dukungan fasilitas bagi sekolah. Hal-hal sederhana inilah yang mempererat rasa kekeluargaan antara kepolisian dengan dunia pendidikan.
Polisi hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi hadir untuk mencegah masalah itu terjadi sejak awal. Melalui kunjungan seperti ini, benih-benih kepercayaan, rasa aman, dan kepedulian terus ditanamkan.
Karena sesungguhnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan tugas polisi sendirian melainkan tugas kita semua, Polisi Bersama Masyarakat. (Win)


