JEMBER, Suarapaginews.com — Polres Jember kembali menegaskan kehadirannya di tengah masyarakat. Jajaran kepolisian menyambangi Balai Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, untuk menggelar kegiatan “Jum’at Curhat”. Program ini menjadi bukti nyata kepolisian tak hanya menunggu laporan di kantor, melainkan mendatangi warga, mendengar langsung keresahan, dan mencari solusi bersama.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan terbuka ini dipimpin langsung oleh Iptu Budi Sastriawan, S.H. (Pelaksana Tugas Kapolsek Sukowono). Turut hadir sejumlah pejabat utama jajaran Polres Jember, perangkat desa, serta puluhan warga Desa Baletbaru.
Hadir Langsung Mendengar Warga
Rombongan Polres Jember yang hadir antara lain:
– AKP Danu — Kasiwas Polres Jember
– Iptu Robby — KBO Sat IK Polres Jember
– Ipda Didik — Kasubdalpers SDM Polres Jember
– Ipda Subiyanto, S.H. — KBO Sat Binmas Polres Jember
– Ipda Andri Yuni, S.H. — Kanit Piddum Polres Jember
– Serta jajaran Kanit, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Baletbaru Bpk. Fauzi Cohyo, perangkat desa, dan warga setempat.
Sinergi Kunci Keamanan Bersama
Kegiatan dibuka dengan sambutan perwakilan Kepala Desa Baletbaru, Bpk. Slamet Sugiarto, yang menyambut hangat kedatangan tim Polres Jember. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian kepolisian yang turun langsung ke desa untuk mendengar aspirasi warga.
Sementara itu, AKP Danu (Kasiwas Polres Jember) menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa berjalan sendiri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kepolisian tidak bisa berdiri sendiri. Menciptakan keamanan dan ketertiban adalah tugas kita bersama. Kami berharap warga ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Semoga Jum’at Curhat ini mempererat keharmonisan antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.
Warga Berani Suara: Sound Horeg Hingga Layanan SIM
Sesi tanya jawab menjadi momen paling dinamis, di mana warga secara terbuka menyampaikan persoalan yang dirasakan sehari-hari:
Masalah Sound Horeg
Warga menyampaikan keresahan mendalam terkait maraknya hiburan sound horeg yang kian merebak. Bukan sekadar berisik, bahkan sudah menimbulkan kerusakan bangunan dan mengganggu ketenangan warga. Warga menanyakan tata cara perizinan, serta langkah apa yang harus diambil jika mengalami kerugian atau kerusakan akibat kegiatan tersebut.
Layanan SIM & Tes Psikologi
Warga juga menanyakan secara spesifik tata cara pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi, jadwal kehadiran SIM Keliling, serta persyaratan dan proses pelaksanaan tes psikologi yang sering menjadi kendala bagi sebagian warga.
Jajaran kepolisian hadir menjawab satu per satu. Terkait sound horeg, warga diarahkan untuk melaporkan secara resmi jika mengalami kerugian atau gangguan, lengkap dengan bukti-bukti yang dimiliki. Terkait layanan SIM, dijelaskan prosedur, persyaratan, serta jadwal SIM Keliling agar warga tidak perlu jauh-jauh ke kota.
Penutup: Hadir, Mendengar, Menyelesaikan
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, momen yang merekatkan kedekatan antara petugas kepolisian dan warga Desa Baletbaru. “Jum’at Curhat” bukan sekadar kegiatan seremonial — melainkan jembatan agar suara warga sampai, dan solusi dapat diwujudkan secara nyata.
“Polisi bukan di atas warga, tapi di tengah warga. Mendengar, memahami, dan menyelesaikan bersama.”
(Win)


