Urai Kemacetan: Penataan Pasar Tanjung Jember Mulai Diuji 28 September 

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com – Penataan Pasar Tanjung yang merupakan pasar induk tradisional terbesar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mengurai kemacetan lalu lintas hingga melindungi para pedagang yang mencari nafkah di pasar tersebut.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi bersama para pedagang di Kantor Dinas Perhubungan setempat, Rabu (23/9), sebagai tindak lanjut atas kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

“Pertemuan itu difokuskan untuk membahas pembentukan satuan tugas yang bertugas mengawasi ketertiban pasar selama masa uji coba kebijakan baru yang telah disepakati kemarin oleh pedagang area Pasar Tanjung,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menunjukkan komitmen kuatnya melayani masyarakat dengan mengikuti rapat koordinasi lanjutan secara daring demi menuntaskan aspirasi pedagang Pasar Tanjung.

Langkah strategis itu ditempuh guna mewujudkan penataan Pasar Tanjung yang lebih representatif sekaligus menciptakan iklim usaha yang harmonis antara pedagang dan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Langkah penataan itu diambil guna merespon aspirasi warga sekitar yang mengeluhkan kemacetan lalu lintas serta tumpukan sampah di area pemukiman. Selain itu, masalah akses lingkungan dan kebersihan menjadi perhatian utama yang harus segera diselesaikan secara bersama-sama.

Pasar Tanjung harus ditata dengan baik tanpa mematikan mata pencaharian para pedagang. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh pihak dapat terus tumbuh dan mencari nafkah secara harmonis tanpa saling merugikan,” katanya.

Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan genangan air, Pemkab Jember menerapkan kebijakan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) serta perbaikan sistem drainase, sehingga kebijakan teknis itu diimbangi dengan pengaturan jam operasional yang mengikat bagi 1.527 pedagang yang terdaftar di Pasar Tanjung.

Satgas Pasar Tanjung sudah melakukan proses pembentukan hari ini dengan susunan tugas dan SOP yang disiapkan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember dengan tim pelaksana satgas terdiri dari 8 perwakilan pedagang, 8 warga sekitar dan unsur Pemerintah Kabupaten Jember serta TNI/Polri yang dibagi ke dalam 2 shift.

Rencana percobaan penerapan MRLL dan penataan jam operasional baru itu akan mulai diberlakukan pada Senin (28/9) dan selama masa uji coba berlangsung, perkembangan data dan evaluasi lapangan akan dilaporkan secara berkala langsung kepada Bupati Jember.

Saya tetap akan memantau, menerima laporan, dan meminta perkembangan. Bahkan, pembentukan satgas dan lain sebagainya saya pantau secara langsung,” ucap Gus Fawait.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jember Muhadi mengatakan saat ini pasar-pasar tradisional di Indonesia mengalami penurunan jumlah pengunjung, sehingga pihaknya setuju dilakukan penataan dan fungsi Pasar Tanjung harus dikembalikan ke asal.

“Salah satunya adalah penertiban pedagang liar yang berdagang di trotoar sekitar Pasar Tanjung yang menyebabkan pembeli enggan masuk ke pasar dan lebih memilih membeli di luar pasar,” katanya.

Share This Article
Tidak ada komentar