Salah Satu Terbesar di Jember! Bupati Fawait Dorong Flyover Mangli Tuntas 3 Tahun

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Simpang Mangli yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan kronis di Jember, kini menanti terobosan besar. Proyek pembangunan Flyover Mangli senilai Rp700–800 miliar berpeluang resmi dimulai pada tahun 2026, menyusul kunjungan langsung Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Bupati Jember Muhammad Fawait pada Minggu, 22 Februari 2026 lalu, Sabtu (19/9/2026)

Desain Bukan Sekadar Dua Lajur

Flyover direncanakan membentang sepanjang 1,1 kilometer. Yang istimewa, konsepnya tidak hanya dua lajur, melainkan empat lajur — dirancang untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan hingga 20 tahun ke depan. Ini bukan sekadar mengatasi kemacetan hari ini, melainkan menyiapkan Jember tumbuh pesat tanpa terhambat arus lalu lintas.

Lebih dari Sekadar Jalan: Kunci Pertumbuhan Jember

Bagi warga Jember, Simpang Mangli sudah lama menjadi titik kerapatan yang menyita waktu dan tenaga. Pemerintah daerah menilai persoalan ini bukan sekadar soal jalan, melainkan terkait langsung dengan rencana pertumbuhan kawasan dan industrialisasi Jember. Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu pembangunan infrastruktur terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Jember.

Belum Bisa Langsung Dimulai: Ada Syaratnya

Meski peluang terbuka lebar, pengerjaan belum serta-merta bisa berjalan. Ada sejumlah tahapan krusial yang harus diselesaikan terlebih dahulu:

– ✅ Pembebasan dan kesiapan lahan

– ✅ Penyelesaian Detail Engineering Design (DED)

– ✅ Kelengkapan administrasi perizinan

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dapat bergulir mulai 2026, dengan estimasi pengerjaan sekitar 3 tahun dalam kondisi normal.

Pertanyaan Masyarakat: Mendesak atau Ada yang Lebih Dahulu?

Rencana ambisius ini pun memancing diskusi hangat di kalangan warga. Sebagian besar mendukung agar flyover segera dibangun demi kelancaran mobilitas. Namun tak sedikit yang mempertanyakan: apakah ini prioritas utama saat ini, atau justru ada kebutuhan lain yang lebih mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu?

Pertanyaan ini menjadi bahan refleksi bersama: bagaimana menyeimbangkan kebutuhan jangka panjang dengan urgensi yang dirasakan warga saat ini.

Yang jelas, mata seluruh Jember kini tertuju pada Simpang Mangli — apakah tahun ini menjadi titik balik bebas kemacetan, atau masih harus menunggu sedikit lebih lama.

SPN: Win

Share This Article
Tidak ada komentar