SURABAYA, Suarapaginews.com — Pencak silat bukan sekadar kemampuan bela diri, melainkan warisan luhur bangsa yang menjunjung tinggi persaudaraan, kedisiplinan, sportivitas, dan saling menghormati. Demikian pesan tegas yang disampaikan Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jawa Timur, mengajak seluruh pecinta dan penggiat pencak silat untuk menjaga kerukunan serta menjauhi segala bentuk provokasi, Jum’ at (18/9/2026)
Dalam seruan bertajuk “Jaga Persaudaraan, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban”, Polda Jatim menegaskan bahwa setiap organisasi pencak silat memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik dan mencegah terjadinya gesekan antarkelompok.
“Mari bersama menjaga nama baik organisasi, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan kerukunan dan persaudaraan dalam setiap perbedaan,” tegas Polda Jatim.
Pencak silat, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa, seharusnya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, membangun karakter positif, serta turut berperan aktif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif.
Polda Jatim mengingatkan, kekuatan sejati pencak silat tidak terletak pada kekuatan fisik semata, melainkan pada keteguhan menjaga etika, sopan santun, serta kebersamaan. Setiap perbedaan bukan alasan untuk berkonflik, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama.
“Jadikan pencak silat sebagai wadah mempererat persaudaraan, membangun karakter positif, dan berkontribusi menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” pesan Polda Jatim.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terhasut isu yang memecah belah, dan segera melaporkan segala hal yang mencurigakan ke layanan kepolisian 110. Bersama, pencak silat menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemecah belah.
Jogo Jatim — Jaga Jawa Timur, Jaga Persaudaraan!


