JEMBER, Suarapaginews.com — Hasil survei menunjukkan 80,7 persen warga Kabupaten Jember merasa puas terhadap kinerja Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Wakil Bupati Djoko Susanto dalam satu setengah tahun pertama masa kepemimpinannya. Angka ini memang menunjukkan respons mayoritas yang positif, namun di balik angka tersebut tersimpan harapan sekaligus catatan penting yang perlu diperhatikan ke depannya, Jum’at (4/9)
Beberapa program unggulan memang mendapat penilaian yang cukup tinggi:
– Jember Home Care (82,3%) — menjadi program yang paling diapresiasi, menunjukkan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah diakses dan dekat dengan rumah. Namun tingginya angka kepuasan ini juga memunculkan pertanyaan: apakah jangkauan saat ini sudah merata ke desa-desa terpencil? Apakah kualitas layanan tetap terjaga seiring bertambahnya jumlah sasaran?
– UHC Prioritas (81,5%) — mendapat respons sangat baik, namun masyarakat juga menanyakan bagaimana keberlanjutan skema pembiayaan jangka panjangnya, serta apakah fasilitas penunjang di puskesmas mampu mengimbangi lonjakan jumlah pasien.
– Wadul Gus’e (79,8%) — saluran aspirasi yang dinilai efektif, namun tantangannya terletak pada kecepatan dan konsistensi penindaklanjutan setiap laporan yang masuk.
– Beasiswa Cinta Bergema (78,1%) — diapresiasi, meskipun masih muncul pertanyaan mengenai transparansi kriteria penerima dan ketersediaan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.
– Bunga Desa (77,9%) — program pemberdayaan ekonomi yang mendapat sambutan positif, namun dampak jangka panjang dan pemerataan antar desa masih perlu dibuktikan dengan data yang lebih rinci.
Perlu disadari bahwa angka kepuasan di atas 80 persen bukan berarti tanpa catatan. Masih ada sekitar 19,3 persen warga yang belum merasa puas atau belum merasakan manfaat secara langsung. Ini menjadi ruang evaluasi yang penting: siapa kelompok yang belum terjangkau? Apakah kesenjangan antar wilayah masih menjadi hambatan?
Secara umum, warga yang disurvei tidak hanya memuji, tetapi juga menyampaikan harapan yang konstruktif: agar jangkauan program semakin diperluas, kualitas pelaksanaan ditingkatkan, dan pemerataan manfaat benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.
Artinya, masyarakat memberikan kepercayaan, namun sekaligus menaruh ekspektasi agar kinerja tidak berhenti pada peluncuran program, melainkan konsisten hingga manfaatnya benar-benar merata bagi semua warga Jember tanpa terkecuali.
Kabiro: Win


