Gus Fawait: Setinggi Apa Pun Jabatan, Jangan Lupa Asal-Usul dan Orang Tua

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, Suarapaginews.com — Di tengah tumpukan tugas negara dan ritme kerja yang padat memimpin Kabupaten Jember, Bupati Muhammad Fawait tetap menyisakan waktu berharga untuk satu hal yang tak boleh ditinggalkan: berziarah dan mendoakan orang tua.

“Di tengah aktivitas kami yang padat, kami selalu berusaha menyempatkan waktu untuk ziarah dan mendoakan orang tua,” ungkap Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, dalam sebuah renungan yang menyentuh hati banyak pihak.

Pesan ini bukan sekadar ungkapan biasa. Di tengah hiruk-pikuk dunia politik dan pembangunan, Gus Fawait mengingatkan satu prinsip dasar yang kerap terlupa: betapa pun tinggi jabatan dan sesibuk apa pun langkah yang diambil, jangan pernah melupakan mereka yang menjadi fondasi kehidupan.

“Karena sesibuk apa pun langkah kita, jangan sampai lupa kepada mereka yang telah menjadi bagian dari setiap langkah kehidupan kita,” tegasnya.

Bagi Gus Fawait, ziarah dan doa bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata cinta, bakti, dan penghormatan tertinggi kepada orang tua yang telah berjuang membesarkan dan mendidik hingga anak-anaknya mampu melangkah jauh.

“Semoga doa dan ziarah ini menjadi bentuk cinta, bakti, dan takzim kami kepada orang tua,” ujarnya tulus.

Sebagai penutup yang mengharukan, Gus Fawait mengajak semua orang untuk bersama-sama melantunkan doa terbaik: “Al-Fatihah untuk Abah Kami, Al-Fatihah untuk Orang Tua Kita Semua dimanapun.”

Pesan sederhana namun dalam ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesuksesan pemimpin, selalu ada doa dan pengorbanan orang tua yang tak ternilai harganya. Apapun jabatan yang disandang, berbakti kepada orang tua tetap menjadi kewajiban yang utama.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar