
JEMBER, Suarapaginew.com – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dirayakan dengan cara yang khas dan megah di Kabupaten Jember. Melalui Kirab Budaya 1.000 Ancak Agung, Sabtu (22/8/2026), masyarakat memadukan rasa syukur atas kemerdekaan dengan pelestarian tradisi leluhur yang kian menjadi kebanggaan identitas daerah.
Ribuan ancak akan diarak dalam barisan kirab yang memukau, menjadi wujud syukur sekaligus ungkapan kebahagiaan peringatan HUT RI ke-81. Kegiatan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa harus berjalan selaras dengan kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah.
Sebanyak 1.000 ancak ditargetkan hadir dalam rangkaian kirab budaya ini. Angka tersebut bukan jumlah semata, melainkan bukti nyata kebersamaan dan gotong royong masyarakat Jember yang tetap menjaga warisan tradisi di tengah arus zaman. Semangat persatuan yang menjadi fondasi kemerdekaan RI pun tercermin dalam kekompakan warga menyiapkan dan melaksanakan acara ini.
Ancak Agung sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jember. Melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Di momen peringatan kemerdekaan ini, ancak juga bermakna harapan agar kemerdekaan yang diraih dengan perjuangan senantiasa membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Peringatan HUT RI ke-81 ini pun menjadi semakin berwarna ketika dirayakan dengan ciri khas budaya lokal. Kirab Budaya 1.000 Ancak Agung menjadi bukti bahwa semangat patriotisme tidak harus selalu seragam, namun juga bisa diwujudkan melalui cinta dan pelestarian tradisi warisan leluhur masing-masing daerah.
Selain sebagai sarana pelestarian budaya dan perayaan kemerdekaan, kegiatan ini juga semakin mempererat kebersamaan antarwarga lintas wilayah di Kabupaten Jember. Persiapan hingga pelaksanaan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mencerminkan semangat kerukunan yang sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Bupati Jember Muhammad Fawait, terus mendorong kegiatan-kegiatan berbasis kearifan lokal seperti ini, terutama dalam rangkaian peringatan hari besar nasional. Di samping memperkuat identitas budaya, event ini juga diharapkan mampu mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah yang kian berkembang.
Kirab Budaya 1.000 Ancak Agung ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang semakin mengukuhkan Jember sebagai daerah yang kaya akan tradisi. Terutama di momen peringatan kemerdekaan, agar generasi muda senantiasa ingat: merdeka berarti bebas berkreasi, bangga berbudaya, dan bersatu dalam keberagaman.
Festival yang melibatkan lintas OPD, organisasi keagamaan, hingga partisipasi masyarakat ini berlangsung meriah dan khidmat. Dukungan berbagai pihak membuat Festival Ancak Agung 2026 tidak hanya meninggalkan kesan religius, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi Jember.
Puncak acara diselenggarakan pada malam hari pukul 19.00 WIB, diisi dengan lantunan sholawat serta tausiah agama oleh KH. Kholil As’ad, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo.
Kabiro: Win


