
“Bagi saya, tidak masalah saya mau dikritik, dicaci, bahkan disebut goblok atau bego sekalipun, saya terima. Karena jabatan ini BUKAN UNTUK MENCARI PUJIAN,” tegas Gus Fawait dalam pernyataannya yang tulus dan lugas.
Alih-alih membalas emosi, Bupati justru menegaskan arah tujuannya memimpin Kabupaten Jember. “Saya hanya ingin memastikan bahwa rakyat saya, warga Jember sebagai bagian dari rakyat Indonesia, mendapatkan hak dasarnya dan merasakan kesejahteraan, dan yang paling penting, tidak merasa SENDIRIAN ketika berjuang hidup,” ujarnya.
Gus Fawait juga menegaskan komitmennya sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Sebagai Bupati, saya akan terus tegak lurus dengan arahan Bapak Presiden RI untuk berpihak kepada wong cilik, bekerja untuk rakyat, dan berjuang demi kepentingan NKRI,” imbuhnya.
Pernyataan yang ditutup dengan kalimat menyentuh — “Semua karena cinta. Ojo Lali Moco Sholawat” — ini menunjukkan kedewasaan seorang pemimpin dalam menerima aspirasi sekalipun disampaikan dengan nada yang keras. Sikap ini pun dianggap sebagai bukti nyata bahwa pelayanan publik harus tetap diutamakan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Publik pun memuji sikap Gus Fawait yang tidak terpancing emosi, melainkan menjadikan kritik sebagai bahan bakar untuk terus bekerja lebih baik bagi masyarakat luas.


