Waspada Jerat Judi Online! Kasat Reskrim Ingatkan: Peran Orang Tua Kunci Utama Lindungi Generasi Muda

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, suarapaginew.com – Ancaman perjudian daring kini semakin mengintai dari balik layar gawai, tak pandang usia dan latar belakang. Menyikapi bahaya yang kian meluas ini, Kapolres Jember melalui Kasat Reskrim Polres Jember AKP Ario Senopati Joyonegoro, S.Tr.K., S.I.K., CPRH., menyampaikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jember untuk menjauhi dan menolak segala bentuk perjudian online, Selasa (18/8).

Kasat Reskrim menegaskan, praktik judi daring bukan sekadar melanggar hukum, melainkan juga menghancurkan masa depan secara perlahan. Kerugian materi, masalah keluarga, hingga gangguan psikologis adalah dampak nyata yang kerap ditimbulkan. Bahkan kini, pelaku mulai merambah ke kalangan pelajar dan generasi muda yang belum memiliki pendapatan sendiri.

“Judi online itu perusak. Tak ada yang pernah kaya dari sana, yang ada hanya miskin, terlilit utang, dan hancur masa depan. Kami tegaskan: hindari dan laporkan jika menemukan praktik tersebut,” tegas Kasat Reskrim.

Lebih jauh, Kasat Reskrim Polres Jember menyoroti peran krusial orang tua dalam menjaga dan mengawasi putra-putrinya, terutama yang masih duduk di bangku sekolah. Pengawasan tidak boleh kendor di era digital yang serba terbuka ini.

“Anak-anak kita sangat rentan terpapar konten judi online melalui media sosial maupun pesan berantai. Di sinilah peran orang tua menjadi benteng terkuat. Pantau aktivitas gawai anak, batasi akses, dan berikan pemahaman bahwa perjudian adalah jalan buntu,” ujarnya.

Kasat Reskrim mengingatkan, teknologi memudahkan akses, namun tanggung jawab membentengi generasi muda tetap berada di tangan keluarga. Sekadar melarang tanpa pendampingan dan pengawasan tidak akan cukup efektif.

Pihak kepolisian juga terus memperketat pengawasan serta menindak tegas penyelenggara maupun perantara judi online yang beroperasi di wilayah hukum Polres Jember. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci agar jerat judi daring tidak lagi merenggut masa depan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Polisi menindak, masyarakat melaporkan, dan orang tua mengawasi anak di rumah. Jika ketiganya berjalan bersama, judi online akan sulit berkembang di Jember,” tambahnya.

Himbauan ini disampaikan sebagai langkah nyata dan antisipatif, agar bahaya judi online tidak merajalela, serta generasi muda Jember tetap tumbuh sehat, berprestasi, dan jauh dari jerat kejahatan dunia maya.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar