Gus Fawait Luncurkan Jember Cinta Kesehatan: Layanan Medis Gratis Terbuka untuk Seluruh Indonesia

SUARA PAGI
3 Min Read

JEMBER, suarapaginew.com — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Jember H. Muhammad Fawait resmi meluncurkan kelanjutan program Jember Cinta Kesehatan (JCK) di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Sumbersari, Jember.

Peluncuran yang digelar di lingkungan pesantren ini bukan tanpa makna: Gus Fawait ingin menegaskan kembali sinergi pesantren dan pemerintah, sekaligus menghargai sejarah perjuangan dan peran pendidikan moral yang selama ini diemban dunia pesantren, Senin (17/8).

“Kami sengaja mengawali kegiatan ini dari Pondok Pesantren Nuris. Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kiai dan santri memiliki sumbangsih besar bagi Republik ini. Hari ini sinergi itu kita wujudkan kembali dalam aksi nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegas Gus Fawait dalam sambutannya.

Program Jember Cinta Kesehatan menghadirkan berbagai layanan medis gratis bagi masyarakat, meliputi pengobatan umum, penanganan bedah katarak, penanganan kelainan bawaan (kongenital), bantuan alat bantu dengar, pemberian kacamata korektif, hingga pembuatan kaki dan tangan palsu. Langkah ini dirancang untuk memangkas antrean panjang penanganan medis serta mempermudah akses kesehatan bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun wilayah.

Yang paling istimewa, program ini tidak membatasi penerima hanya untuk warga Jember. Gus Fawait membuka akses seluas-luasnya: “Warga luar Jember juga boleh mendaftar. Masyarakat dari Jawa Timur, bahkan seluruh warga Indonesia yang membutuhkan penanganan medis seperti operasi katarak atau pembagian alat bantu tubuh, diperkenankan ikut mendaftar.” Kebijakan ini menjadikan Jember sebagai pusat pelayanan kemanusiaan yang terbuka dan merangkul semua tanpa sekat batas wilayah.

Program berskala besar ini menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan dan usia. Hingga saat ini, pendataan telah menjangkau sekitar 4.000 sasaran. Kepala Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfia Elfiah, menyampaikan bahwa cakupan layanan tidak hanya untuk pelajar, melainkan seluruh lapisan masyarakat dari segala rentang usia.

Ketersediaan layanan ini didukung kolaborasi lintas sektor: anggaran dari Pemkab Jember, dukungan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dari sektor swasta, serta komitmen organisasi kemasyarakatan dalam membangun sektor kesehatan daerah. Sinergi ini memastikan program dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Bagi warga yang ingin mendaftar, jalur pendaftaran telah disediakan melalui kanal Wadul Gus’e maupun mendatangi langsung Puskesmas terdekat di wilayah masing-masing. Pendaftaran yang mudah dan terbuka ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga, dan kehadiran negara harus dirasakan tanpa memandang asal daerah.

Di tengah semangat kemerdekaan yang ke-81, Jember Cinta Kesehatan menjadi bukti bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat terbebas dari penderitaan dan mendapatkan hak-hak dasarnya. Jember bukan hanya membangun untuk warganya sendiri, melainkan membuka tangan lebar-lebar untuk saudara sebangsa di mana pun mereka berada.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar