Gus Fawait menegaskan Homecare menjadi instrumen Pemkab Jember untuk melihat wajah kemiskinan secara akurat.

SUARA PAGI
2 Min Read

JEMBER, suarapaginew.com – Bupati Jember H. Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait turun langsung memantau pelaksanaan program pelayanan kesehatan Homecare yang berlangsung di Kecamatan Tanggul, belum lama ini.

Dalam kunjungannya, Gus Fawait menyambangi rumah salah satu warga lansia untuk melihat secara langsung bagaimana layanan kesehatan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Terlihat dalam momen penuh kehangatan itu, Gus Fawait berbincang akrab dengan para lansia sekaligus memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan menyentuh hati.

Pelayanan Homecare ini digelar oleh tenaga kesehatan yang bergerak aktif mendatangi warga yang kurang mampu berkunjung ke fasilitas kesehatan, termasuk kalangan lansia.

Kehadiran Gus Fawait menjadi bukti perhatian besar pemerintah daerah terhadap kesejahteraan kesehatan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kesehatan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, hingga ke pelosok desa.

Melalui program ini, diharapkan tidak ada warga yang terhalang aksesnya terhadap pelayanan kesehatan yang memadai, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan semangat pelayanan yang humanis, dekat, dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember.

Tak sekadar memberikan layanan medis gratis di rumah warga, program jemput bola ini juga efektif membedah dan menangani potret nyata kemiskinan di lapangan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan, kehadiran tim Homecare memberikan solusi langsung bagi warga tanpa terbebani biaya dan jarak.

“Baru berjalan, kita melihat manfaatnya luar biasa. Warga tak mampu, sakit kronis, didatangi langsung oleh Tim Homecare,” katanya saat JKCI 2026 di Watu Ulo, Jember, (1/8).

Lebih dari sekadar pelayanan medis, Gus Fawait menegaskan Homecare menjadi instrumen Pemkab Jember untuk melihat wajah kemiskinan secara akurat.

“Inilah efek domino Homecare, membedah masalah warga kurang mampu secara komprehensif, mulai dari kesehatan, pangan, hingga soal hunian,” katanya.

Inovasi Homecare ini menjadi salah satu pelayanan publik Pemkab yang akan ditinjau langsung oleh Ombudsman, pada Rabu (5/8).

“Insyaallah penilaiannya bagus. Kita ingin pamerkan justru, dan minta masukan untuk perbaikan lebih baik lagi ke depan, saya mohon doa dan masukannya,” ujar nya.

Share This Article
Tidak ada komentar