JEMBER, Suarapaginews.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti dugaan tidak tepat sasaran dalam pemanfaatan bantuan pemerintah, khususnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Ia mengaku menemukan persoalan mulai dari bantuan pompa air yang tidak berfungsi optimal hingga traktor kelompok tani yang tidak ditemukan saat dilakukan pengecekan
Sorotan tersebut disampaikan Bupati Gus Fawait saat menggelar program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di halaman SDN Umbulsari 03, Kecamatan Umbulsari, Selasa (3/11/2026) sore.
Di hadapan ratusan warga dan undangan, Gus Fawait mempertanyakan keberadaan sejumlah bantuan pertanian yang seharusnya dapat menunjang aktivitas petani.
Ia mencontohkan bantuan pompa air yang belum mampu mengatasi persoalan kekurangan air saat musim kemarau. Selain itu, terdapat pula bantuan traktor untuk kelompok tani yang disebut tidak ditemukan ketika dilakukan pengecekan lapangan.
“Ini puluhan, ratusan, tapi setiap tahun waktu kemarau kekurangan air, ini pompanya ke mana? Kelompok tani setiap tahun dikasih bantuan traktor, pas dicek traktornya enggak ada. Ayo ke mana traktornya?” ujar Fawait.
Untuk mencegah penyalahgunaan bantuan sekaligus memperbaiki pelayanan publik, Fawait meminta masyarakat aktif menyampaikan laporan melalui kanal WhatsApp Wadul Gus’e.
Laporan tersebut dapat mencakup berbagai persoalan pelayanan, mulai dari puskesmas, kantor kecamatan, hingga dugaan penyalahgunaan aset bantuan pemerintah, termasuk traktor pertanian.
“Apapun pelayanan terkait masalah pelayanan publik yang kurang baik, kirim ke WhatsApp-ku. Cuman masalah utang, jangan ke WhatsApp-ku,” ucapnya, yang disambut tawa warga.
Gus Fawait juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan memanfaatkan bantuan pemerintah sesuai peruntukannya. Bantuan seperti traktor maupun gerobak untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan tidak diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain.
Ia bahkan menyindir adanya bantuan gerobak yang diduga berpindah tangan, ditandai dengan perubahan warna.
“Traktor oke, saya perjuangkan, tapi jangan sampai dijual! Traktor juga dijual, gerobak juga dijual terus… Wong dikasih bantuan warna gerobaknya warna pink, bisa berpindah tangan warnanya jadi biru. Memang hebat orang Jember ini,” candanya.
Dalam kegiatan yang sama, Gus Fawait turut memaparkan dukungan pemerintah pusat untuk sektor pertanian di Kabupaten Jember. Menurut dia, alokasi anggaran sektor pertanian selama 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp320 miliar.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong ketahanan pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Gus Fawait juga mengaitkan penguatan sektor pertanian dengan perkembangan UMKM dan industri rumahan di wilayah setempat, termasuk usaha pengolahan melinjo.
Melalui Bunga Desaku, Pemkab Jember berupaya mempertemukan pemerintah dengan masyarakat secara langsung. Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan sekaligus mengawasi pelaksanaan program dan bantuan pemerintah. (*)


