JEMBER, Suarapaginews.com — Pemerintah Kabupaten Jember mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh warga menyusul ditemukannya akun WhatsApp yang diduga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Senin (28/9)
Akun yang mencurigakan tersebut menggunakan nama “S Arifin Staf Sekda” dengan nomor +62 857-2505-2041. Akun ini secara aktif menghubungi masyarakat, mengaku sebagai staf resmi Sekda, lalu meminta data pribadi maupun data lembaga dengan alasan akan dibuatkan proposal kegiatan atau kerja sama.
Pj. Sekda Achmad Imam Fauzi Tegaskan: BUKAN Akun Kami!
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, memberikan pernyataan tegas terkait hal ini:
“Saya tegaskan, akun bernama ‘S Arifin Staf Sekda’ tersebut bukan akun resmi milik Pemerintah Kabupaten Jember maupun staf di lingkungan Sekretariat Daerah. Kami tidak pernah menghubungi masyarakat secara pribadi lewat nomor WhatsApp biasa untuk meminta data atau menyusun proposal. Ini adalah modus penipuan yang harus diwaspadai bersama.”
Modus Penipuan yang Teridentifikasi
– Mengaku sebagai staf resmi Sekda Kabupaten Jember
– Menghubungi warga secara tiba-tiba melalui WhatsApp
– Meminta data pribadi maupun data lembaga dengan dalih penyusunan proposal
– Berpotensi meminta uang, pulsa, atau keuntungan lainnya setelah mendapatkan kepercayaan
DILARANG Lakukan Hal Ini!
Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau tegas:
– Jangan berikan data pribadi atau data lembaga kepada pihak yang tidak dikenal
– Jangan kirim uang, pulsa, atau bantuan apa pun dengan alasan apa pun
– Jangan menyebarkan informasi sebelum memverifikasi kebenarannya
Langkah yang Harus Dilakukan
– Abaikan pesan dari nomor tersebut
– Blokir nomor pengirim
– Konfirmasi kebenaran informasi melalui saluran resmi Pemkab Jember:
– Situs: diskominfo.jemberkab.go.id
– Instagram: @dinas_kominfo_jember / @diskominfo_jember
– Laporkan ke pihak berwajib jika sudah ada kerugian
Pesan Pj. Sekda Achmad Imam Fauzi
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Jember untuk tetap waspada dan teliti. Jangan mudah percaya pada panggilan atau pesan yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah tanpa verifikasi resmi. Lebih baik bertanya dulu daripada menyesal kemudian. Mari kita jaga bersama agar tidak ada warga yang menjadi korban.”
SPN: Win


