JEMBER, Suarapaginews.com — Kabar membanggakan datang dari data pertumbuhan ekonomi Kuartal I Tahun 2026. Kabupaten Jember mencatat pertumbuhan sebesar 6,35 persen, menempati peringkat pertama tertinggi di wilayah Sekar Kijang, sekaligus melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur (5,96%) dan Nasional (5,61%), Kamis (24/9)
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pilar pertama Indeks Pembangunan Manusia pertumbuhan ekonomi sudah berjalan di jalur yang tepat. Pengelolaan anggaran yang akurat serta pelaksanaan program yang efektif membuahkan hasil yang nyata dan terukur.
Posisi Jember di Atas Wilayah Sekar Kijang:
Peringkat Kabupaten Pertumbuhan
1 Jember 6,35%
2 Banyuwangi 6,14%
3 Lumajang 5,89%
4 Situbondo 5,50%
5 Bondowoso 5,42%
Jember kini memimpin di kawasan ini, mengungguli empat kabupaten lainnya. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Jember sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.
Ekonomi Kokoh, Fokus Beralih ke Pendidikan
Di hadapan para pemangku kepentingan, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan:
“Pertumbuhan ekonomi sudah on the track. Kesehatan juga insya Allah sudah baik. Tinggal satu yang menjadi kunci: rata-rata lama sekolah.”
Meski ekonomi tumbuh pesat, IPM Jember belum bisa naik secara signifikan selama masih ada puluhan ribu warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Karena itulah, Pemkab merancang terobosan luar biasa menyinergikan program Kejar Paket dengan Majelis Taklim, Majelis Zikir, dan Majelis Sholawat, lengkap dengan pemberian insentif bagi peserta.
“Tidak bisa pakai cara biasa. Harus kebijakan drastis, out of the box,” tegas Gus Fawait.
Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh dan langkah pendidikan yang inovatif, Jember bertekad segera keluar dari deretan IPM terendah di Jawa Timur. Pertumbuhan bukan sekadar angka — ia harus dirasakan dan mengangkat derajat seluruh rakyat Jember.
Jember Baru, Jember Maju!


