Antrean BBM Jember Berangsur Normal, Gus Fawait: “Bukan Sekadar Soal BBM, Tapi Hadir Bersama Rakyat”

SUARA PAGI
2 Min Read
Oplus_131072

JEMBER, SuarapagiNews.com – Alhamdulillah, situasi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat mengular panjang di sejumlah titik Kabupaten Jember kini mulai berangsur normal. Keterlambatan distribusi yang menjadi pemicu utama kepadatan antrean perlahan teratasi, namun di balik penanganan itu ada pesan mendalam yang disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, Kamis (10/9)

Keterlambatan distribusi yang terjadi sejatinya merupakan ranah tanggung jawab PT Pertamina. Namun, Pemkab Jember tidak tinggal diam membiarkan warga menghadapi situasi sulit sendirian. Berbagai elemen pemerintah daerah dikerahkan ke lapangan untuk memantau, mengatur, sekaligus memberikan dukungan kepada warga yang sedang menunggu antrean berjam-jam.

Bersama Camat Patrang Musyaffa, S.H.I., M.M., tim SPPG juga turun langsung ke lokasi-lokasi antrean untuk membagikan nasi dan makanan kepada warga yang tampak lelah menunggu. Kehadiran Camat Patrang didampingi tim SPPG ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di tingkat kecamatan pun hadir dan peduli, turun langsung menyapa warga di tengah antrean yang panjang. Langkah sederhana namun menyentuh ini menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar mengurus administrasi, melainkan benar-benar merasakan apa yang dirasakan rakyatnya.

“Bagi saya, ini bukan sekadar soal BBM. Ini tentang hadir, mendengar, dan ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” tegas Gus Fawait.

Beliau menegaskan semangat kebersamaan yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Jember: “Kalau masyarakat sedang berjuang, pemerintah dan seluruh elemen Jember juga harus hadir bersama.”

Pernyataan ini memantulkan prinsip kepemimpinan yang humanis di mana pemerintah tidak hanya menunggu laporan dari meja kerja, tetapi turun ke lapangan hingga ke tingkat kecamatan, menyapa, mendengar keluh kesah, dan berbagi tumpah rasa bersama warga.

Kini kondisi mulai membaik, namun jejak kehadiran pemerintah di tengah antrean BBM menjadi catatan tersendiri: bahwa di Jember, kebersamaan dan kepedulian menjadi bahan bakar utama yang membuat masyarakat tetap tenang dan optimis menghadapi setiap situasi.

Kabiro: Win

Share This Article
Tidak ada komentar